BGN Ungkap Faktor Pemicu Kasus Keracunan Program MBG

- Publisher

Jumat, 19 September 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKANAN GRATIS : Sejumlah siswa saat mengikuti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di  Jakarta beberapa waktu lalu.(IST)

MAKANAN GRATIS : Sejumlah siswa saat mengikuti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Jakarta beberapa waktu lalu.(IST)

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akhirnya angkat bicara terkait kasus keracunan yang menimpa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut ada dua faktor utama yang memicu insiden tersebut.

Dadan menjelaskan, salah satunya berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang baru beroperasi. Menurutnya, dapur baru belum siap memproduksi makanan dalam jumlah besar secara langsung.

“Contohnya di Bengkulu, dapur MBG baru berdiri. Karena itu kami sarankan operasional dilakukan bertahap. Jika ada 20 sekolah yang dilayani, sebaiknya hari pertama hanya dua sekolah dulu, lalu bertambah sedikit demi sedikit hingga semua terlayani. Tenaga masak yang biasanya hanya mengolah untuk puluhan orang tentu tidak bisa langsung menyiapkan ribuan porsi sekaligus,” ungkap Dadan usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penetapan lokasi pembangunan SPPG di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Faktor lain, lanjutnya, adalah pergantian pemasok bahan baku. Ia mencontohkan kasus di Maluku Barat Daya dan Baubau yang sebelumnya berjalan normal selama delapan bulan, namun kemudian muncul masalah setelah pasokan diganti ke supplier lokal yang belum sepenuhnya siap.

Baca Juga :  Disnakertrans Bekali Kartu BPJS Ketenagakerjaan Untuk Mahasiswa Magang

“Awalnya menggunakan pemasok tetap, namun demi meningkatkan kearifan lokal, bahan diganti dari supplier lokal. Sayangnya, belum semua mampu memenuhi standar,” jelas Dadan.

Ia mengakui insiden keracunan dalam program MBG masih terjadi, meski jumlahnya relatif kecil dibanding capaian program. Hingga kini, kata Dadan, BGN telah mendistribusikan lebih dari 1 miliar porsi makanan.

“Kasus-kasus ini tentu jadi evaluasi kami. Target pemerintah jelas: MBG harus bebas insiden. Makanan sehat tidak boleh menimbulkan gangguan kesehatan. Anak-anak harus makan dengan aman agar tumbuh cerdas, sehat, dan kuat,” tegasnya. (nr/sekaltengcom/bgn/cnbci)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB