Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

- Publisher

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMANTAU ; Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung memantau lokasi kebakaran lahan belum lama ini.

MEMANTAU ; Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung memantau lokasi kebakaran lahan belum lama ini.

NANGA BULIK– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, kembali menjadi perhatian serius. Kobaran api sempat mendekati Gardu Induk (GI) PLN dan kawasan permukiman warga, sehingga penanganan diperkuat dengan pengerahan ratusan personel gabungan.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal. Pemantauan dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi Gardu Induk PLN dipastikan masih aman. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah jaringan transmisi yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk mengantisipasi dampak terhadap infrastruktur kelistrikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gardu induk terpantau sudah aman. Beberapa SUTET juga sudah dilakukan pengecekan. Kami siaga hari ini bersama Pak Dandim dan Pak Kapolres,” ujar Rizky.

Kebakaran di Desa Kujan diketahui mulai terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Api membakar kawasan eks persawahan yang sebagian besar merupakan lahan gambut dalam kondisi kering.

Upaya pemadaman sempat berhasil mengendalikan kobaran api. Namun, api kembali muncul menjelang sore dan dengan cepat meluas akibat kondisi lahan yang kering serta hembusan angin cukup kencang.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Pimpin Upacara Hardiknas 2025, Dorong Peningkatan Mutu SDM di Kalteng

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kobaran bergerak menuju Gardu Induk PLN dan mendekati rumah-rumah warga. Petugas pun langsung memperluas operasi pemadaman sekaligus membuat sekat untuk menghentikan laju api.

Personel BPBD Lamandau, Satpol PP dan Damkar, PDAM, TNI-Polri serta masyarakat dikerahkan untuk menangani kebakaran. Sejumlah armada pemadam juga diterjunkan untuk mempercepat proses pembasahan dan pendinginan lahan.

Untuk memperlancar akses menuju titik kebakaran, sebagian pagar Gardu Induk PLN bahkan harus dibuka dengan cara dijebol. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dan selang pemadam dapat menjangkau lokasi api yang berada di sekitar objek vital tersebut.

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Helikopter dikerahkan untuk mengambil air dari Sungai Lamandau, kemudian melakukan pemadaman dari udara di sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas dari darat.

Kepala BPBD Lamandau Hendikel mengatakan karakteristik lahan gambut yang mengering menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api dapat merambat melalui bagian bawah permukaan tanah dan kembali muncul di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan.

Baca Juga :  Dorong Profesionalisme ASN Daerah, Kepala BPSDM Kemendagri Tekankan Tata Kelola Pemerintahan Harus Adaptif dan Transparan

“Kami bersama seluruh tim terus melakukan pemadaman dan penyekatan. Kondisi lahan gambut yang kering ditambah angin cukup kencang membuat api cepat sekali menjalar,” kata Hendikel.

Petugas saat ini masih disiagakan untuk memantau perkembangan situasi. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama yang berpotensi mengarah ke Gardu Induk PLN dan permukiman penduduk.

Data BPBD Lamandau mencatat hingga kini telah dilakukan 49 kali penanganan karhutla, dengan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 67,75 hektare.

Ancaman karhutla juga menjadi alasan Pemkab Lamandau menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan. Status tersebut berlaku sejak 4 Agustus hingga 1 November 2026.

Bupati Rizky menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat kesiapsiagaan. Perlindungan terhadap objek vital, fasilitas publik, serta keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama kondisi rawan karhutla.

“Kita terus siaga dan memastikan kondisi di sekitar objek vital maupun permukiman masyarakat tetap aman,” tegas Rizky.(nr)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Minggu, 13 September 2026 - 19:43 WIB

Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga

Berita Terbaru