SAMPIT – Peristiwa pria bersimbah darah di areal kebun sawit PT Agrinas Palma Nusantara, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), korban berinisial VN diketahui menjadi korban penganiayaan.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas, AKP Edy Wiyoko, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui tinggal berdua bersama istrinya.
“Motif sementara yang kami peroleh adalah adanya cekcok rumah tangga antara korban dan istrinya. Dari situ kemudian terjadi penganiayaan,” ujar AKP Edy Wiyoko, Selasa, 6 Januari 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian ini sempat menghebohkan warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, korban tampak tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian leher.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi kritis.
“Kasus ini masih kami tangani, dan masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” tegasnya.
Diketahui, korban VN merupakan warga asal Kabupaten Lamandau, namun telah lama menetap dan bekerja di wilayah Kecamatan Sungai Sampit. (az/sekaltengcom/br)








