DPRD Kotim Desak Pemkab Gali Potensi Ekonomi Sungai Mentaya Jadi Sumber Baru PAD

- Publisher

Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IST/Foto H.Suprianto

IST/Foto H.Suprianto

SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Pemerintah Kabupaten agar berani memanfaatkan potensi ekonomi Sungai Mentaya sebagai salah satu sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sungai Mentaya yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan jalur perdagangan utama di Kotim, dinilai menyimpan nilai strategis tinggi jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

Anggota Komisi IV DPRD Kotim, H.Suprianto, menilai bahwa hingga kini pengelolaan alur Sungai Mentaya masih sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), yang merupakan instansi vertikal pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini Sungai Mentaya sepenuhnya dikelola KSOP, padahal sesuai aturan, kewenangan mereka hanya sampai delapan mil dari muara ke arah darat. Di atas itu seharusnya bisa menjadi wilayah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menambah PAD,” ujar Suprianto dalam rapat bersama mitra kerja DPRD Kotim.

Baca Juga :  Pengganti Antar Waktu dan Pengangkatan DPRD Periode 2024-2029, Wagub: Sinergi Lanjutkan Efisiensi Pemerintahan

Menurutnya, kondisi tersebut membuat hasil dari aktivitas ekonomi di kawasan sungai belum memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Suprianto menjelaskan, potensi Sungai Mentaya tidak hanya terbatas pada sektor pelayaran, tetapi juga transportasi air, jasa tambat kapal, pengawasan lalu lintas sungai, hingga pengembangan kawasan ekonomi berbasis perairan.

“Kalau Pemkab berani mengambil langkah strategis, memperjelas batas kewenangan, dan menyusun regulasi pendukung, Sungai Mentaya bisa menjadi salah satu sumber PAD terbesar Kotim. Ini bukan hanya soal pendapatan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kreativitas daerah dalam menggali potensi lokal menjadi kunci di tengah kondisi fiskal yang terbatas. Pemerintah daerah, kata dia, perlu berani berpikir di luar pola lama dan menggali sumber-sumber pendapatan alternatif yang legal dan berkelanjutan.

“Pengelolaan jasa pelayaran lokal, tambat kapal, atau pungutan dari aktivitas ekonomi di sepanjang sungai bisa dioptimalkan jika dilakukan secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Baca Juga :  Awas! ASN Langgar Netralitas Harus Disanksi

Komisi IV DPRD Kotim, lanjut Suprianto, mendorong Pemkab segera melakukan kajian teknis dan hukum terkait peluang pengelolaan alur Sungai Mentaya tersebut. Kajian itu perlu melibatkan instansi vertikal, akademisi, dan pelaku usaha agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

“Kita tidak ingin gagasan ini hanya berhenti sebagai wacana. Harus ada langkah konkret dari pemerintah daerah mulai dari pemetaan potensi, penyusunan regulasi, hingga pelibatan BUMD atau pihak swasta,” katanya.

DPRD Kotim optimistis, jika potensi Sungai Mentaya dapat dikelola dengan bijak, maka Kotawaringin Timur akan memiliki kekuatan ekonomi baru yang dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Sungai Mentaya bukan hanya alur transportasi, tapi urat nadi ekonomi daerah. Sudah saatnya potensi besar ini dikelola untuk kesejahteraan masyarakat Kotim,” pungkas Suprianto.(nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan
Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi
Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan
DPRD Desak Pemkab Gandeng Swasta Buka Layanan Penyeberangan Mobil di Pulau Hanaut
Dorong Ekowisata Pulau Hanibung, Hj. Mariani Salurkan Pokir untuk Pengadaan Tiga Perahu Wisata
DPRD Kotim Minta Pengawasan ODGJ Diperketat, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi
RAPBD Kotim 2026 Disepakati Rp1,967 Triliun, DPRD Tegaskan Fokus pada Program Prioritas dan Efisiensi Anggaran
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:18 WIB

Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:04 WIB

Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:02 WIB

Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:23 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:10 WIB

DPRD Desak Pemkab Gandeng Swasta Buka Layanan Penyeberangan Mobil di Pulau Hanaut

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB