SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat bersama pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.
Kegiatan tersebut di laksanakan di gedung Wanita Sampit, dan di hadiri Sementara Staf Ahli Gubernur Kalteng Herson B Aden, Wakil Bupati Kabupaten Kotim Irawati Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Sanggul lomban gaol dan sejumlah tokoh masyarakat dan mahasiswa.
dalam sambutannya Staf Ahli Gubernur Kalteng Herson B Aden menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sugianto Sabran bahwa setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalteng harus melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dengan melibatkan tokoh masyarakat dan mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dapat dimaknai sebagai keyakinan atau tindakan yang menggunakan cara-cara kekerasan atau ancaman kekerasan ekstrem dengan tujuan mendukung atau melakukan aksi terorisme,” ujar Herson.
Menurutnya untuk pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dilakukan secara sistematis, terencana dan terpadu dalam rangka mencegah dan menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.
Salah satu strategi untuk merespon permasalahan tersebut Presiden RI telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme (RAN PE) berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tahun 2020-2024.
“RAN PE melengkapi peraturan perundang-undangan terkait pemberantasan tindak pidana terorisme, Sekaligus berfungsi sebagai pengarah koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam bersinergi untuk bersama-sama meningkatkan daya Tangkal menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan serta mencegah terorisme,” sampai Herson
Ia menambahkan, tindakan ekstremisme hingga terorisme biasanya bermula dari perbedaan sudut pandang terhadap suatu ideologi, agama dan kepercayaan yang berbasis kepada politik dan kehidupan bermasyarakat. maka pentingnya menyelaraskan peran dan fungsi pemerintah daerah serta membangun ketahanan masyarakat secara umum dalam menangkal ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.
“Pemerintah daerah harus hadir memberikan rasa aman Kepada seluruh masyarakat oleh karena itu diperlukan peran solidaritas sinergisitas dan keterpaduan antar unsur pemerintah, salah satunya melalui sosialisasi ini,” ucap Herson.
Dirinya menambahkan melalui sosialisasi ini pihaknya berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat di Kotim terhadap bahaya aksi ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, juga membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan deteksi dini gangguan Kamtibmas di masyarakat.
“Kegiatan ini memang ada hubungannya dengan Pilkada tahun ini, yang bertujuan agar Kalteng tetap harmoni dan dingin dalam menyikapi pesta demokrasi yang akan di gelar pada bulan November nanti, kita berharap pesta demokrasi di Kalteng adalah pesta yang dapat dinikmati masyarakat bukan pesta antar kubu yang dapat berpotensi menimbulkan perpecahan,” tutupnya.








