Penurunan Prevalensi Stunting di Kalteng Sangat Signifikan

- Publisher

Minggu, 28 April 2024 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua TP. PKK Provinsi Kalteng saat melakukan monitoring terhadap perkembangan balita. (FOTO: IST)

FOTO: Ketua TP. PKK Provinsi Kalteng saat melakukan monitoring terhadap perkembangan balita. (FOTO: IST)

PALANGKA RAYA – Penurunan prevalensi stunting di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni di angka 23,3%. Data ini dirilis langsung oleh hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

Menurut hasil survei SSGI tahun 2020 berada di angka 32,30%. Menurun pada tahun 2021 menjadi 27,40%, pada tahun 2022 menurun menjadi 26,90 % dan untuk tahun 2023 seperti yang dirilis oleh Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menurun 3,4% menjadi 23,5%. Angka ini melebihi angka rata-rata nasional yang hanya turun 0,1% dari 21,6% menjadi 21,5%.

Baca Juga :  Raih Penghargaan Nasional Tekan Stunting, DPRD Minta Prestasi Dibuktikan di Lapangan

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menekankan agar terus meningkatkan intervensi baik sensitif dan spesifik serta melakukan optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga agar senantiasa dapat memberikan edukasi kepada keluarga berisiko stunting (KRS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keberhasilan dalam menurunkan prevalensi stunting di Kalteng adalah buah kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan, dan masyarakat itu sendiri” kata Sugianto Minggu, 28 Maret 2024.

Hal ini menunjukkan adanya keberhasilan program intervensi stunting di Kalimantan Tengah baik intervensi sensitif dan spesifik.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Tanggung Iuran BPJS 650 Ribu Warga Miskin, Gubernur Larang Daerah Pangkas Anggaran Kesehatan

Dalam membantu Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi, keterlibatan perangkat daerah dan organisasi mitra pemerintah seperti TP. PKK, Dharma Wanita, serta Tim Pendamping Keluarga menjadi salah satu kunci dan ujung tombak dalam upaya menurunkan stunting.

“Stunting adalah isu nasional, dan kita berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting, harapan kita generasi Kalimantan Tengah ke depan adalah generasi unggul, tangguh dan memiliki daya saing, untuk menangkap peluang di era yang makin kompetitif” pungkasnya.

Penulis : Buddi Rahmat hidayat

Berita Terkait

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Gubernur Agustiar Minta KADIN Kalteng Perkuat Investasi Berkualitas dan Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Wagub Edy Dorong Kadin Kalteng Perkuat Peran Dunia Usaha Dukung Pembangunan Daerah
Aisyah Thisia Tinjau Stand Dekranasda Kalteng, Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Nasional dan Global
Reza: Rp1 Triliun Pun Belum Cukup Benahi Seluruh Sekolah di Kalteng
Pemprov Kalteng Genjot Indeks Pemerintahan Digital, Targetkan Tata Kelola Makin Modern dan Responsif
Pemprov Kalteng Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD, Tegaskan APBD Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Resmikan Pos Polisi Bundaran Besar, Gubernur Agustiar Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Kalteng
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:15 WIB

Gubernur Agustiar Minta KADIN Kalteng Perkuat Investasi Berkualitas dan Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:09 WIB

Wagub Edy Dorong Kadin Kalteng Perkuat Peran Dunia Usaha Dukung Pembangunan Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:13 WIB

Aisyah Thisia Tinjau Stand Dekranasda Kalteng, Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Nasional dan Global

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:04 WIB

Reza: Rp1 Triliun Pun Belum Cukup Benahi Seluruh Sekolah di Kalteng

Berita Terbaru