KUALA KAPUAS – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran secara resmi meluncurkan pembangunan Dermaga Waterfront City di kawasan tepian Sungai Kapuas, tepatnya di depan Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Rabu (8/7/2026). Peluncuran proyek strategis tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan pita.
Pembangunan dermaga sepanjang 700 meter itu menjadi salah satu proyek unggulan yang diharapkan mampu mengubah wajah kawasan tepian sungai menjadi ruang publik modern, destinasi wisata baru, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui peningkatan sektor ekonomi, pariwisata, dan investasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penataan kawasan tepian sungai dengan konsep waterfront city merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Kapuas. Kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kapuas menjadi kunci keberhasilan pembangunan kawasan tersebut agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
Peluncuran pembangunan turut dihadiri Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, serta jajaran pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, Teras ST, menjelaskan bahwa pembangunan dermaga merupakan bagian dari penataan kawasan Ujung Murung yang diproyeksikan menjadi kawasan wisata unggulan sekaligus ruang terbuka publik bagi masyarakat.
Di atas kawasan dermaga nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti miniatur Rumah Betang, musala, serta Pos Lanal, sehingga kawasan tersebut menjadi lebih representatif sebagai destinasi wisata keluarga.
Menurut Teras, proyek senilai lebih dari Rp82,6 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026 itu menggunakan konstruksi tiang pancang beton pracetak berdiameter 50 sentimeter dengan struktur atas berbahan beton pracetak agar memiliki daya tahan tinggi.
Ia menegaskan, Dermaga Waterfront City tidak difungsikan sebagai tempat sandar kapal ataupun aktivitas bongkar muat. Kawasan tersebut sepenuhnya dipersiapkan sebagai objek wisata dan ruang publik, meski tetap dirancang dapat dilalui kendaraan penumpang maupun ambulans saat keadaan darurat.
“Waterfront City ini akan menjadi ikon baru Kabupaten Kapuas. Kehadirannya sudah lama dinantikan masyarakat dan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata serta menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya.(nr)








