SAMPIT – Peredaran uang palsu ternyata masih marak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hal itu di ungkapkan Agus Salim (25) yang menjadi korban transaksi uang palsu.
Agus Salim mengatakan dirinya tidak menyangka menjadi korban peredaran uang palsu, karena uang palsu dengan nilai pecahan Rp. 100 ribu rupiah itu sangat mirip dengan yang asli.
“Saya menerima uang itu dari salah seorang teman saya yang waktu itu hendak top up dana, ternyata yang dia mengasihkan uang palsu. Saya sadar bahwa uang itu palsu ketika hendak mengisi BBM, ternyata berbeda kertasnya juga berbeda,” kata Agus, Senin, 15 April 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski kesal menjadi korban peredaran uang palsu dirinya tidak melaporkan kejadian itu kepasa pihak kepolisian. Tetapi ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali karena dapat merugikan banyak orang.
“Karena nominalnya cuma Rp. 100 Ribu saya tidak melaporkan, tapi saya berharap tidak ada lagi korban peredaran uang palsu ini,” harapnya.
<span;>Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Besrom Purba mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melakukan transaksi dengan uang tunai, dan pastikan uang yang diterima bukan uang palsu.
“Saya minta kepada masyarakat ketika melakukan transaksi menggunakan uang tunai, dicek kembali uang tersebut dan pastikan uang itu uang asli agar terhindar dari peredaran uang palsu,” ucap Besrom.
(H/SEKALTENG.COM)








