Tokoh NU Tersangkut Hukum Untuk Perjuangkan Hak Warga Transmigrasi

- Publisher

Rabu, 25 September 2024 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh MWC NU Antang Kalang, Muhadi, saat melepas rindu pada keluarganya sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sampit , Rabu 25 September 2024

Tokoh MWC NU Antang Kalang, Muhadi, saat melepas rindu pada keluarganya sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sampit , Rabu 25 September 2024

SAMPIT – Ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, ternyata menghadapi cobaan yang besar. Sebagaimana yang dialami Muhadi, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memperjuangkan hak warga transmigrasi.

 

Sebagai tokoh NU Muhadi, salah satu A’wan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Antang Kalang ini menjadi, terdakwa kasus penghancuran atau pengerusakan barang, sebuah pos jaga security PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM) yang didirikan di atas tanah sengketa, yang pembangunannya dan bahkan penghancurannya dilakukan ketika peradilan kasusnya belum ingkrah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada proses peradilan terkini, Rabu, 25 September 2024 dengan agenda  menghadirkan saksi-saksi. Berkenaan dengan itu, solidaritas warga NU Kotim memberikan motivasi dan dukungan moral kepada Muhadi dengan ikut hadir dalam proses peradilan yang terbuka secara umum.

 

Puluhan anggota Banser dan GP Ansor mewarnai suasana proses peradilan tokoh NU ini. Mereka tidak melakukan perbuatan yang berlebih, cukup melihat dan mendengarkan proses peradilan, dengan harapan menjadi saksi mata keadilan di wilayah Indonesia ini.

Warga NU
Warga NU, bersama Ketua PCNU Kotim Kiyai Ahmad Robita (baju koko berkopiah) foto bersama berdampingan Melkianus Unmehopa SH kuasa hukum dari Muhadi

Dilangsir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Sampit, bahwa terdakwa Muhadi secara bersama-sama dengan saksi Karliansyah, pada Rabu 25 Januari 2023 sekira pukul 21.00 WIB disebut menyuruh Ahmad Sodirun alias Amat Jembrong melakukan penghancuran atau pengrusakan pos security PT BUM. Dimana ketika itu Muhadi adalah Kepala Desa Waringin Agung, Kecamatan Antang Kalang.

Baca Juga :  Pemuda di Kotim Mengakhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

 

Rencana itu, dilakukan saat pertemuan warga Desa Waringin Agung yang diinisiasi oleh terdakwa dan saksi Karliansyah di rumah Ahmad Taufik di Desa Waringin Agung Kecamatan Antang Kalang.

 

Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai adanya pembangunan pos jaga security PT. BUM di atas tanah yang dianggap sengketa.

 

Dalam pertemuan tersebut, Karliansyah di depan warga yang berjumlah lebih kurang 30 orang termasuk di dihadiri oleh Muhadi, menghasut warga yang hadir dengan perkataan “bagaimana untuk melakukan pengrusakan bangunan pos jaga milik PT. BUM apakah menggunakan alat berat berupa excavator atau dirusak secara manual”.

 

Pada saat itu pula, Muhadi berkata kepada Ahmad Sodirun “Mat besok berangkat ke PT. BUM merobohkan pos”, dan dijawab oleh Ahmad Sodirun “iya”, kemudian dilanjutkan oleh saksi Karliansyah berkata kepada warga “Besok jam 10.00 WIB berkumpul di rumah saudara Muhammad Taufik untuk berangkat ke PT. BUM”, dan berkata lagi dengan maksud mengajari dan menghasut warga “Ini bukan demo tapi aksi spontanitas dari warga Desa Waringin Agung”.

 

 Kemudian keesokan harinya, Kamis 26 Januari 2023 sekira pukul 09.30 WIB, Ahmad Sodirun sebelum ke lokasi pembangunan pos jaga security PT. BUM yang akan dihancurkan berkumpul di rumah Muhammad Taufik, yang saat itu telah berkumpul warga dan dihadiri oleh saksi Karliansyah.

Baca Juga :  Senam Kreasi Sebagai Cabor Baru di Forkab Kotim

 

Setelah itu mereka berangkat bersama-sama dengan beberapa warga, menuju ke lokasi pembangunan pos jaga security PTBUM yang akan dihancurkan. Dengan truk yang mengangkut excavator mini merk Kobelco PC50 warna biru muda yang telah disiapkan Ahmad Sodirun di atas truk.

 

Setelah tiba di lokasi pos jaga security PT. BUM yang berada di Afdeling 3 Blok D56/57 Estate BUM 1 Regional 1 yang terletak di Desa Waringin Agung sekira pukul 13.00 WIB, Ahmad Sodirun segera mengoperasikan excavator mini menghancurkan pos jaga security yang mengakibatkan PTBUM mengalami kerugian sekira sebesar Rp.69.000.000,-.

 

Peradilan kasus ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Sampit Benny Octavianus, SH, MH. Sementara kuasa hukum Muhadi adalah Melkianus Unmehopa SH dengan tuntutan primer diancam pidana dalam Pasal 410 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP, dan tuntutan subsidair diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP.

 

Dapat diketahui, dalam kasus yang sama, Muhadi juga menjalani proses hukum perdata atas pencaplokan lahan cadangan transmigrasi oleh PT BUM di Dewa Waringin Agung, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Editor : Cholid

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 702 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB