SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Mariani mencoba menggagas, gerakan pangan murah untuk mengatasi sejumlah harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.
Dalam gagasan itu, pemerintah bisa menggelar gerakan pangan murah dengan bekerja sama dengan distributor memberikan harga subsidi pada komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gerakan Pangan Murah (GPM) bisa dilakukan dengan menjual sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, daging dan telur. Penjualan dengan harga subsidi di pasar sayur dan ikan di Kotim itu bisa menjadi upaya menjaga stabilitas harga selama Ramadan,” kata Mariani, baru-baru ini.
Tolok Ukur Ekonomi Masyarakat Ditentukan Dari Ketahanan Pangannya
Mariani menggagas gerakan ini, karena kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Kotim saja tapi seluruh Indonesia terutama kenaikan harga beras.
“Kan kita ketahui beberapa bulan lalu ada Elnino yang menyebabkan penurunan produksi padi,” timpal Mariani.
Dengan GPM diharapkan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat meringankan beban masyarakat terutama pada saat momen penting yang menjadi kultur masyarakat.
Kotim Masih 5 Besar Masyarakat Miskin di Kalteng
“Dimana harga kebutuhan pokok biasanya mengalami lonjakan, saat mendekati momen penting di masyarakat yang biasanya dirayakan secara besar-besaran,”ucapnya.
Mariani mengapresiasi upaya pemerintah dalam menyelenggarakan pasar murah, diharapkan dapat mendukung masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari -hari, mulai beras, minyak goreng, gula maupun sayur mayur. Menurut dia, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya di satu titik.
“Namun dengan GPM, kegiatan dapat dilaksanakan dengan skala lebih besar dan melibatkan banyak pihak maupun mitra-mitra distributor,” kata Mariani
Dengan GPM ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari. Mulai Cabe, Bawang Merah, Bawang Putih, Minyak Goreng, Beras, Gula, dan kebutuhan lainnya,” kata Mariani menyudahi.








