SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hairis Salamad, menekankan kepada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Kotim untuk mempertimbangkan usulan masyarakat dari hasil forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.
“Khususnya dalam hal penyusunan rencana dan program kerja. Karena dengan demikian, pembangunan di tengah masyarakat lebih tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya, Sabtu 14 September 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap perangkat daerah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hendaknya mengakomodasi usulan-usulan hasil musrenbang. Tentu hal ini karena, segala yang menjadi Musrenbang desa tersebut sudah pasti adalah pembangunan yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
Pembangunan Ruas Jalan Bisa Gunakan CSR Perusahaan
“Hasil Musrenbang merupakan wujud pembangunan berbasis aspirasi dari bawah. Usulan yang disampaikan oleh masyarakat dalam forum Musrenbang dapat dijadikan sebagai acuan perencanaan kegiatan tahun anggaran 2025 oleh setiap dinas atau instansi,” tegasnya.
Karena itu Hairis mengingatkan, usulan-usulan yang benar-benar urgent di desa itu tentunya hasil kesepakatan dengan masyarakat setempat. Apabila ada usulan yang sifatnya besar, akan dibawa pada musrenbang tingkat provinsi.
Maka dari itu, kata Hairis, pembangunan yang dirancang hendaknya bermuara pada penguatan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Apabila pemerintah daerah tidak bisa atau kurangnya anggaran, pihak DPRD bisa membantu pembangunan suatu kecamatan maupun desa, anggota DPRD bisa menggunakan dana pokir atau aspirasi.
DPRD Kotim Mengajak Masyarakat Mencintai Produk-produk Lokal
“Khususnya yang memang banyak menjadi usulan masyarakat yaitu di sektor pertanian dan perikanan seperti contohnya pengadaan alat tangkap ikan kelompok tani juga menjadi prioritas kita bersama dan juga pengadaan bibit sapi, babi dan kelapa sawit,” kata Hairis.
Menurutnya, sejumlah usulan itu menjadi sangat penting untuk direalisasikan karena menyangkut hajat hidup masyarakat banyak dan mempengaruhi pendapatan masyarakat dengan kata lain juga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
“Perlu juga kita prioritaskan adalah listrik, dimana banyak desa yang masih belum tersentuh khususnya di Desa Tumbang Batu, Tumbang Turung, Lonok Bergantung, dan Desa Tumbang Tawan serta desa desa pelosok lainnya. Mereka mengharapkan sekali agar pemerataan listrik serta kesejahteraan masyarakat terpenuhi hingga ke wilayah mereka,” pungkas Hairis.








