SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Febiansyah, mendorong agar rencana pendirian Sekolah Rakyat benar-benar dirancang secara matang. Program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat kurang mampu dalam memperoleh akses pendidikan dan menekan angka anak putus sekolah di daerah itu.
“Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu masyarakat yang kesulitan biaya pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak di Kotawaringin Timur yang tidak bisa sekolah hanya karena kendala ekonomi,” ujar Riskon, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya sebatas mendirikan gedung belajar, tetapi juga membutuhkan persiapan sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik yang kompeten, fasilitas yang layak, serta perencanaan berkelanjutan agar program ini berjalan efektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mendirikan Sekolah Rakyat bukan hal yang mudah. Bukan hanya soal bangunan siap, tetapi juga harus dipastikan apakah nanti benar-benar diminati masyarakat. Jangan sampai sudah berdiri, justru sepi peminat,” tegas Riskon.
Ia menambahkan, agar program tersebut tepat sasaran, pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu melakukan kajian mendalam dan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan kehadiran Sekolah Rakyat benar-benar dibutuhkan dan diminati warga yang kurang mampu.
“Dinas terkait perlu turun langsung ke lapangan untuk memetakan kebutuhan dan minat masyarakat terhadap program ini. Pendataan harus akurat agar tidak salah sasaran,” ujarnya.
Riskon juga mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan yang cermat. Mengingat kondisi keuangan daerah yang tengah melakukan efisiensi, ia menilai program Sekolah Rakyat harus benar-benar disiapkan agar tidak membebani anggaran daerah.
“Saya berharap jangan sampai program ini terburu-buru dijalankan tanpa kajian yang matang. Kita ingin program ini benar-benar bermanfaat dan tidak menjadi proyek yang sia-sia,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal dan memberi masukan konstruktif terhadap setiap kebijakan pendidikan di Kotim, agar setiap program yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.
“Kami mendukung setiap langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan. Tapi yang terpenting, program itu harus realistis, efektif, dan tepat sasaran,” pungkas Riskon.(nr/sekaltengcom)








