Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko

- Publisher

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO BERSAMA: Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko saat foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, Rabu (1/7/2026).

FOTO BERSAMA: Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko saat foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, Rabu (1/7/2026).

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penyusunan kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Aula Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Yuas menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Menurutnya, penyusunan Kajian Risiko Bencana bukan hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting sebagai bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanggulangan bencana merupakan salah satu urusan pemerintahan yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota agar setiap program mitigasi dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Yuas menjelaskan bahwa hasil Kajian Risiko Bencana dan perhitungan Indeks Ketahanan Daerah akan menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif terhadap ancaman bencana. Kajian tersebut mencakup pemetaan potensi ancaman, tingkat kerentanan wilayah, kapasitas daerah, hingga strategi peningkatan kesiapsiagaan.

“Kajian ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai ancaman, kerentanan, kapasitas, dan ketahanan daerah sehingga menjadi dasar dalam memperkuat kelembagaan serta mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Lakukan Sidak Pasar, Pantau Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan 2025

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari, 1–2 Juli 2026, diikuti sekitar 66 peserta yang berasal dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga instansi vertikal.

Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Udrekh, yang mengikuti jalannya acara secara virtual. Sementara itu, narasumber Franta Eveline dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB memaparkan materi mengenai penyusunan Kajian Risiko Bencana serta metode perhitungan Indeks Ketahanan Daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalimantan Tengah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kesiapsiagaan daerah terhadap berbagai potensi bencana di masa mendatang dapat terus ditingkatkan.(nr)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru