SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H. Rudianur, mengapresiasi bantuan pemerintah di daerah pemilihannya, wilayah Selatan, berupa sambungan rumah air bersih tepatnya di kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS).
Diketahui setiap musim kemarau wilayah selatan ini selalu kekurangan air bersih. Sehingga biasanya harus menyuplai dari Kota Sampit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari yang memakan perjalanan cukup jauh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Air bersih inikan kebutuhan dasar jadi sangat diperlukan bagi kehidupan manusia secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Rudianur.
Maka, untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut kata Rudianur, diperlukan sistem penyediaan air bersih yang berkualitas, sehat, efisien, efektif, terintegrasi dengan sektor-sektor lainnya sehingga masyarakat dapat hidup sehat dan produktif.
“Wilayah selatan Kotim, seperti Samuda sering mengalami masalah kekurangan air bersih karena intrusi air laut atau masuknya air laut ke daratan yang berubah air sungai dan air bawah tanah menjadi asin,” jelasnya.
Kondisi alam yang seperti ini, memang tepat menurut Rudianur, kalau dilakukan pemasangan sambungan rumah air bersih, dan pemasangan ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.
Diinformasikan, pada 2023, melalui APBD, telah dibangun 310 sambungan rumah di wilayah selatan, khususnya di Desa Sei ljum Raya dan Desa Parebok.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan pergantian jaringan pipa dan meteran untuk 220 sambungan rumah pada tahun 2024.
Pada tahun 2025 akan dilakukan pembangunan sambungan rumah tambahan di wilayah pinggir sungai serta untuk fasilitas-fasilitas seperti tempat peletangan ikan dan pabrik es.








