SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan daerah.
Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, menyebut santri bukan hanya penjaga moral dan pelestari nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi agen perubahan sosial dan ekonomi yang kreatif, mandiri, dan produktif.
“Santri adalah benteng moral bangsa sekaligus motor penggerak pembangunan. Mereka memiliki semangat, kedisiplinan, serta wawasan keagamaan yang kuat. Itu harus diimbangi dengan keterampilan dan pengetahuan agar bisa bersaing di era modern,” tegas Juliansyah dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pesantren dan para santri merupakan aset sosial dan spiritual yang harus diberdayakan melalui program pembangunan yang nyata dan berkelanjutan.
DPRD Kotim, lanjut Juliansyah, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian pesantren melalui berbagai langkah strategis, seperti pelatihan vokasi, pengembangan santripreneur, serta perluasan akses permodalan bagi lembaga pesantren dan usaha berbasis santri.
“Pesantren jangan hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan agama. Di dalamnya ada potensi besar untuk membangun kekuatan ekonomi umat. Kami di DPRD siap mendukung kebijakan yang mendorong santri agar bisa mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai religius,” jelasnya.
Juliansyah menegaskan, pemberdayaan santri juga harus diarahkan untuk memperkuat peran mereka sebagai penjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
“Santri harus menjadi teladan dalam menjaga harmoni sosial. Mereka adalah garda terdepan dalam menciptakan kehidupan yang damai, beradab, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia menilai, peringatan Hari Santri tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum reflektif untuk memperkuat kontribusi santri dalam berbagai bidang pembangunan mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi.
“Kami ingin santri di Kotim tidak hanya berprestasi di bidang keagamaan, tetapi juga berdaya dalam membangun daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, santri bisa menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Kotim yang maju, religius, dan sejahtera,” pungkasnya.(nr/sekaltengcom)








