DBH Minim, Ketua DPRD Kotim Kritik Pemerintah Pusat, Daerah Penghasil Hanya Jadi Penonton

- Publisher

Kamis, 9 Oktober 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IST/Foto Rimbun

IST/Foto Rimbun

SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah pusat yang dinilainya masih terlalu sentralistik dalam pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perkebunan maupun pertambangan. Ia menilai Kotim yang kaya sumber daya alam justru hanya menikmati bagian kecil dari hasil yang melimpah.

Padahal, Kotim masuk tiga besar penghasil kelapa sawit nasional. Namun, daerah ini hanya menerima DBH Rp42 miliar pada 2024 dan anjlok menjadi Rp16 miliar pada 2025.

“Ini sangat ironis. Kita yang menghasilkan, tapi keuntungan besar justru dinikmati daerah lain. Itu yang menjadi perhatian serius kami,” tegas Rimbun, Kamis (9/10).

Kondisi serupa juga terjadi di sektor pertambangan. Menurutnya, meski aktivitas tambang bauksit, batubara, hingga lalu lintas tongkang di Sungai Mentaya terus berjalan, Kotim sama sekali belum pernah menerima DBH dari sektor tersebut.

“Informasi yang kami terima, sepeser pun belum pernah masuk ke kas daerah dari hasil tambang itu. Ini jelas tidak adil bagi daerah penghasil,” ungkapnya.

Rimbun menduga ketimpangan ini muncul karena regulasi pusat lebih banyak mempertimbangkan jumlah penduduk sebagai dasar pembagian DBH. Alhasil, daerah dengan jumlah penduduk sedikit seperti Kotim selalu berada di posisi lemah.

Baca Juga :  Perbaikan Ruang Belajar di Kotim Tetap Jalan Meski Anggaran Terbatas

“Praktiknya, kita hanya bisa gigit jari. Otonomi daerah seakan mandek karena semua masih diatur pusat. Ini sangat merugikan masyarakat Kotim di Bumi Habaring Hurung,” tandasnya.

Sebagai solusi, Rimbun meminta pemerintah daerah lebih aktif melakukan pendekatan dan lobi ke pemerintah pusat agar DBH dari sektor perkebunan maupun pertambangan bisa lebih proporsional. Dengan begitu, pembangunan di Kotim dapat berjalan lebih baik dan seimbang dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki.(nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan
Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi
Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan
DPRD Desak Pemkab Gandeng Swasta Buka Layanan Penyeberangan Mobil di Pulau Hanaut
Dorong Ekowisata Pulau Hanibung, Hj. Mariani Salurkan Pokir untuk Pengadaan Tiga Perahu Wisata
DPRD Kotim Minta Pengawasan ODGJ Diperketat, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi
RAPBD Kotim 2026 Disepakati Rp1,967 Triliun, DPRD Tegaskan Fokus pada Program Prioritas dan Efisiensi Anggaran
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:18 WIB

Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:04 WIB

Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:02 WIB

Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:23 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:10 WIB

DPRD Desak Pemkab Gandeng Swasta Buka Layanan Penyeberangan Mobil di Pulau Hanaut

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB