SAMPIT – DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan Pemeritah Kabupaten Kotim untuk melakukan perencanaan yang matang, terkait penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kerjasama dengan maskapai penerbangan.
Anggota DPRD Kotim Muhammad Kurniawan Anwar menegaskan hal itu, karena belum lama ini Pemkab Kotim telah menandatangani nota kesepahaman dengan maskapai penerbangan anak grup Sriwijaya Air, yaitu NAM Air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terutama karena Belum lama ini pemerintah telah menandatangani MOU dengan Nam air untuk menambah rute penerbangan dari Kota Sampit ke Surabaya,” ujarnya, Sabtu 7 September 2024.
Kurniawan menilai kerjasama ini memang hal yang menggembirakan dan ditunggu oleh masyarakat terutama karena kapasitas penumpang yang lebih banyak sehingga bisa mengangkut penumpang lebih banyak dari biasanya dan dapat menekan harga tiket agar lebih terjangkau.
Namun terkait penggunaan APBD, Kurniawan berharap pemerintah mendasari kerjasama itu dengan peraturan-peraturan terkait, sehingga kerjasama itu bisa dilakukan dalam waktu yang panjang
“Tentu saya berharap penerbangan ini bisa menjadi penerbangan reguler yang bukan hanya sementara, terlebih hal ini merupakan kerjasama dengan BUMD Habaring Hurung sehingga diharapkan banyak manfaat yang didapat untuk masyarakat maupun peningkatan pendapatan daerah,”tegasnya.
Sementara itu sebelumnya bupati Kabupaten Kotim Halikinnor menyampaikan penandatanganan kerjasama ini karena adanya kebutuhan mendesak pelayanan penerbangan menuju Surabaya.
“Langkah kerja sama ini terutama melalui BUMD Habaring Hurung sudah melalui kajian oleh konsultan, sehingga pemerintah daerah optimis akan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah,”tutupnya.
Rencananya, penerbangan perdana tersebut akan dilakukan pada 13 September mendatang. Penerbangan itu akan menggunakan pesawat Boeing tipe 737 seri 500. Pesawat ini mampu membawa penumpang 132 penumpang, dengan jumlah yang lebih banyak ini diharapkan harga tiket penerbangan bisa jauh lebih murah.
“Dengan pesawat jenis ini saya harap tiket pesawat bisa dibawah Rp1,5 juta. Dari sisi waktu juga lebih cepat, uji coba penerbangan itu akan melayani penerbangan dua kali dalam seminggu,” tutur Halikinnor.
Kerjasama itu dilakukan akibat banyaknya permintaan penerbangan. Sehingga dirinya tidak ingin menunggu penerbangan reguler yang bisa memakan waktu hingga akhir tahun.
“Kalau menunggu reguler bisa sampai Januari. Sementara saat ini mendesak sekali dan masyarakat kita banyak berbisnis ke wilayah Jawa Timur,” jelasnya.
Diharapkan dengan kerjasama itu, penerbangan di Kota Sampit bisa hidup kembali. Selain itu, kebutuhan terbang masyarakat Kota Sampit bisa terpenuhi sehingga tidak lagi terbang melalui kota lain.








