RAPBN 2026 Disahkan, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan dengan Anggaran Rp335 Triliun

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERAHKAN: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyerahkan RAPBN kepada Ketua DPR RI  Puan Maharani saat Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, di Gedung DPR RI, Selasa (23/9/2025).

SERAHKAN: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyerahkan RAPBN kepada Ketua DPR RI Puan Maharani saat Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, di Gedung DPR RI, Selasa (23/9/2025).

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menjadi undang-undang. Salah satu sorotan utama dalam APBN tahun depan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat alokasi jumbo mencapai Rp335 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan atas dukungan penuh dalam pengesahan tersebut.

“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan. Persetujuan RAPBN ini melalui proses pembahasan yang konstruktif dan mampu menampung aspirasi masyarakat,” ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, di Gedung DPR RI, Selasa (23/9/2025).

Selain MBG, pemerintah juga menetapkan sejumlah program prioritas dalam APBN 2026. Alokasi terbesar jatuh pada pendidikan sebesar Rp769,1 triliun, yang akan digunakan untuk mendanai PIP, KIP Kuliah, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, beasiswa, serta peningkatan kesejahteraan guru dan dosen.

Sektor ketahanan energi juga mendapat porsi besar, yakni Rp402,4 triliun, dengan fokus pada peningkatan lifting migas, percepatan transisi energi, dan stabilisasi harga energi. Adapun ketahanan pangan dialokasikan sebesar Rp164,7 triliun untuk mendukung swasembada, menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Tak kalah penting, sektor kesehatan mendapat anggaran Rp244 triliun yang diarahkan untuk memperkuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), layanan cek kesehatan gratis, serta revitalisasi rumah sakit.

Baca Juga :  Program Baru Disdik Kotim Agar Pelajar Cinta Bahasa Daerah Kalteng

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pembangunan berbasis kerakyatan. Purbaya menuturkan, pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis guna memudahkan akses masyarakat terhadap sembako, pupuk, logistik, dan layanan keuangan.

Ia menegaskan, APBN 2026 ini merupakan rancangan perdana di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang secara khusus mengimplementasikan visi dan misi menuju kedaulatan pangan, energi, serta pembangunan ekonomi hijau.

“APBN 2026 didesain untuk mempercepat perputaran aktivitas ekonomi, menggerakkan sektor riil, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mempercepat tercapainya kesejahteraan yang berkeadilan,” pungkasnya (nr/sekaltengcom/menkue/dprri)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB