Satelit Nusantara 5 Resmi Mengorbit, Indonesia Perkuat Kedaulatan Digital dan Konektivitas Nasional

- Publisher

Sabtu, 13 September 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGASKAN : Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Satelit Nusantara Lima dirancang untuk kepentingan rakyat yang menghubungkan Indonesia tanpa batas, Jumat (12/9/2025).(IST)

TEGASKAN : Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Satelit Nusantara Lima dirancang untuk kepentingan rakyat yang menghubungkan Indonesia tanpa batas, Jumat (12/9/2025).(IST)

JAKARTA – Indonesia kembali mencatat sejarah baru dalam perjalanan teknologi antariksa dengan suksesnya peluncuran Satelit Nusantara 5 (N5) pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Kehadiran satelit ini menjadi momentum penting yang menandai percepatan transformasi digital sekaligus penguatan kedaulatan teknologi bangsa.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, keberadaan N5 bukan sekadar simbol kemajuan teknologi, melainkan sarana untuk pemerataan akses dan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Satelit Nusantara Lima adalah jembatan Indonesia tanpa sekat. Internet cepat bukan hanya soal kecepatan, tapi tentang kesetaraan. Anak-anak di Papua dan Maluku akan bisa belajar dengan akses yang sama seperti di Jakarta. Pasien di pulau terpencil dapat berkonsultasi dengan dokter terbaik, sementara UMKM kita bisa bersaing di pasar digital global. Inilah arti sesungguhnya dari pemerataan digital,” ujar Meutya, Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan, proyek ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

Dengan kapasitas 160 Gbps, N5 menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini menempati slot orbit strategis 113° Bujur Timur atau dikenal sebagai golden spot, yang mencakup seluruh wilayah Nusantara, khususnya memperkuat konektivitas di kawasan timur Indonesia yang selama ini masih tertinggal.

Kehadiran N5 membuka peluang lebih luas untuk pengembangan, Pendidikan jarak jauh dengan akses merata, Layanan kesehatan digital hingga pulau-pulau terpencil, Penguatan UMKM berbasis daring, Hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok negeri.

Baca Juga :  Listrik Padam Tak Halangi Semangat, SMAN 1 Rungan Barat Sukses Gelar Gladi AN Berkat Teknologi Ramah Lingkungan dan Internet Satelit

“Satelit ini dikelola oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak perusahaan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX,” kata Meutya.

Meski dibangun lewat kolaborasi internasional, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan nasional dengan memastikan registrasi orbit dan pengelolaan penuh dari Indonesia.

“Peluncuran N5 menambah deretan prestasi Indonesia dalam bidang satelit, setelah Palapa A1 (1976), Nusantara Satu (2019), dan SATRIA-1 (2023),” ucap Meutya.

Kehadirannya menegaskan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pengguna, melainkan juga pengelola teknologi satelit strategis yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas digital di Asia Pasifik. (nr/sekaltengcom/komdigi)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB