Ekonomi Digital Jadi Penggerak Baru, Gen Z Paling Cepat Adopsi AI

- Publisher

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEYNOTE SPEAKER: Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan Keynote Speaker pada acara Indonesia Summit 2025 IDN Times di Ballroom The Tribrata, Jakarta, Rabu (27/08/2025).(IST)

KEYNOTE SPEAKER: Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan Keynote Speaker pada acara Indonesia Summit 2025 IDN Times di Ballroom The Tribrata, Jakarta, Rabu (27/08/2025).(IST)

JAKARTA – Transformasi digital kini menjelma sebagai mesin penggerak utama perekonomian Indonesia. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai 229 juta orang atau sekitar 80 persen populasi, peluang aktivitas produktif terbuka lebar di berbagai sektor.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki era ekonomi digital yang inklusif, kompetitif, dan berperan vital sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mencapai 5,03 persen. Di balik capaian itu, digitalisasi khususnya pada UMKM memegang peran besar,” ujar Meutya dalam Indonesia Summit 2025 yang digelar IDN Times di Jakarta Selatan, Rabu (27/08/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meutya mengungkapkan, adopsi sistem pembayaran digital menjadi bukti nyata kontribusi ekonomi digital. QRIS kini digunakan lebih dari 32 juta merchant dengan nilai transaksi menembus Rp42 triliun.

Baca Juga :  Irfansyah Ungkapkan Kesedihannya karena Satu dari Tiga Anak di Indonesia Alami Kekerasan

“Dari warung kecil di pelosok desa hingga pusat bisnis di Jakarta, pedagang kini bisa menjangkau pasar lebih luas. Ini menunjukkan digitalisasi benar-benar telah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Generasi muda disebut sebagai ujung tombak transformasi digital. Gen Z tercatat sebagai pengguna internet paling aktif sekaligus kelompok masyarakat yang paling cepat mengadopsi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).

“Sebanyak 43,7 persen Gen Z sudah memanfaatkan layanan berbasis AI. Mereka menjadi pionir dalam membawa Indonesia lebih adaptif terhadap teknologi baru,” kata Meutya.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Resmikan Aliansi Digital Strategis, Siap Kolaborasi Teknologi, Media, hingga Keamanan Siber

Sebagai regulator, pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, hingga regulasi untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan aman dan beretika.

Kementerian Komunikasi dan Digital bahkan telah mengajukan izin prakarsa ke Kementerian Sekretariat Negara guna menyiapkan Peraturan Presiden tentang kecerdasan buatan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah memiliki regulasi khusus terkait AI. Ini penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi digital yang memberi ruang bagi generasi muda berinovasi,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang kokoh, di mana inovasi anak bangsa dapat tumbuh dan memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. (nr/sekaltengcom/komdigi)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB