Wamendagri Bima Arya: Pemerintahan Digital Jadi Kunci Birokrasi Modern yang Terbuka dan Inklusif

- Publisher

Rabu, 4 Juni 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMATERI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat memberikan materi pada Kuliah Umum Nasional di Universitas Pasundan Kota Bandung, Rabu (4/6).(IST)

PEMATERI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat memberikan materi pada Kuliah Umum Nasional di Universitas Pasundan Kota Bandung, Rabu (4/6).(IST)

BANDUNG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya digitalisasi dalam mempercepat reformasi birokrasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan. Menurutnya, penerapan teknologi digital bukan sekadar mengganti sistem manual dengan perangkat elektronik, melainkan sebuah langkah transformatif yang menyentuh cara kerja, pola pikir, dan struktur pelayanan publik.

Hal ini disampaikan Bima dalam Kuliah Umum Nasional bertajuk “Transformasi Digital Government Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Universitas Pasundan, Kota Bandung, Rabu (4/6).

“Digitalisasi adalah fondasi untuk mewujudkan birokrasi yang efisien, jujur, dan melibatkan masyarakat secara aktif. Ini bukan hanya soal alat, tapi soal ekosistem dan mentalitas baru,” ujar Bima dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menyusun dan menerapkan peta jalan digital (digital roadmap) yang bertujuan mempercepat layanan publik agar lebih terintegrasi dan responsif. Langkah ini juga didesain agar seluruh lapisan pemerintahan, baik pusat maupun daerah, bergerak selaras dalam satu sistem pelayanan yang menyatu.

Baca Juga :  Lamandau Rintis Sentra Sapi Perah, Boyolali Dipilih untuk Dongkrak Produksi Susu dan Bibit Ternak

Bima menambahkan bahwa dalam mendukung transformasi digital, peningkatan literasi teknologi serta evaluasi berkala terhadap implementasi sistem menjadi aspek yang tak kalah penting. Ia menyebutkan bahwa sekadar memiliki teknologi canggih tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.

“Yang dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tapi juga budaya kerjanya,” tuturnya.

Salah satu inovasi yang telah dijalankan adalah penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah melalui satu platform terpadu. Dengan sistem ini, semua informasi terintegrasi, memungkinkan efisiensi serta transparansi yang lebih baik.

Bima juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menyongsong era digital. Ia mengajak pemda untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga :  Kalteng Dorong Akses Pendidikan Merata, Siapkan Sekolah Rakyat dan Inisiatif Sekolah Garuda Baru

“Digitalisasi adalah alat untuk mengurangi celah penyalahgunaan kekuasaan, sekaligus mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sebagai contoh konkret, Bima menceritakan kebijakannya saat menjabat Wali Kota Bogor, di mana ia membuka akses Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk masyarakat secara daring, agar publik dapat langsung memantau penggunaan anggaran.

“Saya katakan pada para kepala dinas, mulai besok, APBD akan kami publikasikan. Kalau ada yang tidak beres, silakan tanggung sendiri akibatnya,” kenangnya.

Bima juga membagikan pengalamannya mengunjungi sejumlah daerah yang telah berhasil membangun sistem digital berbasis kebutuhan lokal. Di Kabupaten Sumedang, misalnya, data kesehatan ibu hamil dari Posyandu diintegrasikan dengan perangkat smartband, sehingga pemerintah bisa memantau kondisi kesehatan dan risiko stunting secara langsung dan akurat.

“Inti dari digitalisasi adalah ketika hidup menjadi lebih mudah, proses menjadi lebih transparan, dan masyarakat ikut terlibat,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom/wamendagri)

Berita Terkait

Sambut HUT RI Ke-81, Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Tuntaskan Pembangunan Masjid Al-Jami di Tumbang Boloi
Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Renovasi Masjid Nurhasanah di Desa Tukang Langit
Koperasi Produsen Makarti Jaya Kantongi Legalitas Kemenkumham, Yudik Sulardi Tegaskan Kepengurusan Sah Sesuai AD/ART
Yudik Tegaskan Terpilih Sesuai AD/ART, Minta Semua Pihak Hormati Hasil Pemilihan Koperasi Makarti Jaya
Yudik Sulardi Terpilih Pimpin Koperasi Produsen Makarti Jaya Periode 2026–2031
Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Tuntaskan Pembangunan Masjid Al-Jami di Tumbang Boloi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Renovasi Masjid Nurhasanah di Desa Tukang Langit

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:14 WIB

Koperasi Produsen Makarti Jaya Kantongi Legalitas Kemenkumham, Yudik Sulardi Tegaskan Kepengurusan Sah Sesuai AD/ART

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:29 WIB

Yudik Tegaskan Terpilih Sesuai AD/ART, Minta Semua Pihak Hormati Hasil Pemilihan Koperasi Makarti Jaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:34 WIB

Yudik Sulardi Terpilih Pimpin Koperasi Produsen Makarti Jaya Periode 2026–2031

Berita Terbaru