BSKDN Kemendagri Dorong ASN Tetap Produktif Pasca Purnatugas

- Publisher

Rabu, 9 April 2025 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CENDRAMATA : Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo saat memberikan cinderamata kepada jajaran ASN di bawahnya yang memasuki masa purnatugas, Rabu (9/4).(IST)

CENDRAMATA : Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo saat memberikan cinderamata kepada jajaran ASN di bawahnya yang memasuki masa purnatugas, Rabu (9/4).(IST)

JAKARTA – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mendorong jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawahnya untuk tetap produktif setelah memasuki masa purnatugas.

Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya menjalin kolaborasi dengan PT Taspen dalam mengoptimalkan potensi para pegawai melalui berbagai program. Langkah ini diambil agar sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya ASN, tetap dapat berkarya dan memberikan kontribusi kepada masyarakat pascapensiun.

“Indonesia tengah mengalami bonus demografi sehingga angkatan kerja banyak tersedia. Tapi bukan berarti ASN yang sudah melewati masa pensiun tidak potensial lagi. Tapi justru harus terus dikembangkan dan didayagunakan,” kata Yusharto saat membuka acara Pembinaan Kepegawaian dan Dharma Wanita Persatuan bertajuk Hak dan Jaminan Sosial bagi ASN dan Potensi Usaha Pasca-Purnatugas yang diselenggarakan di Aula BSKDN Kemendagri, Jakarta, Rabu (9/4).

Yusharto mencontohkan negara-negara seperti Singapura dan Jepang yang mampu mengelola potensi para pekerja paruh baya agar tetap aktif di berbagai sektor. Menurutnya, hal tersebut merupakan praktik baik yang patut ditiru.

“Bila kita turun di Bandara Changi Singapura, banyak pekerja paruh baya yang tetap bekerja sebagai pendorong trolley atau petugas kebersihan. Ini bagus. Jangan sampai karena tidak memahami peluang potensi yang ada, kita malah mengalami post power syndrome,” ujarnya.

Dirinya berharap para ASN mulai mempersiapkan keahlian sejak dini agar lebih siap menghadapi masa pensiun. Langkah tersebut dapat dimulai dengan mengidentifikasi hobi atau keterampilan yang dimiliki, lalu mengembangkannya secara berkelanjutan. Upaya lain dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan oleh Taspen.

“ASN yang sudah purna tugas bisa menulis bisa jadi penulis, pembicara, atau coach. Bisa juga terjun di sektor UMKM, waralaba, atau retail. Berikutnya usaha digital, misal menjadi kreator konten dan membuka online shop,” ucap Yusharto.

Baca Juga :  Kelompok Tani Lapor Ke Komisi Yudisial Terkait Gugatan Peradilan di Kotim

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Layanan (Service Dept Head) Taspen Yoka Krisma turut memperkenalkan sejumlah produk Taspen yang dapat dimanfaatkan oleh ASN. Beberapa di antaranya yaitu Program Tabungan Hari Tua, Program Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Program Jaminan Kematian.

Selain itu, Taspen juga bekerja sama dengan Bank Mandiri melalui Mandiri Taspen yang menyediakan pelatihan dan paket usaha. Program tersebut mencakup Warung Mantap, Si Mantap Laundry, Agen Kurir Mantap, dan Toko Frozen Mantap.

“Semoga program yang kami tawarkan dapat dimanfaatkan Bapak dan Ibu yang sudah purna tugas,” pungkas. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Tudingan Suap Rp4,8 Miliar Dinilai Fitnah, Ketua DPRD Kotim Laporkan Korlap Aksi Demo ke Polisi
Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Jemaah Umrah Wajib Berangkat dari Asrama Haji
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:35 WIB

Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat

Berita Terbaru