Mekomdigi Pastikan Sosialisasi Program MBG Hingga Pelosok Negeri

- Publisher

Selasa, 7 Januari 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELUNCURAN : Menkomdigi Meutya Hafid saat melihat langsung peluncuran program MBG di SD Negeri 5 Cilangkap, Depok, Senin (6/1).(IST)

PELUNCURAN : Menkomdigi Meutya Hafid saat melihat langsung peluncuran program MBG di SD Negeri 5 Cilangkap, Depok, Senin (6/1).(IST)

JAKARTA : Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memainkan peran strategis dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa sosialisasi yang masif dan inklusif menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Sosialisasi yang efektif adalah fondasi keberhasilan setiap program pemerintah. Kami di Komdigi berkomitmen memastikan informasi tentang Program MBG tersebar hingga ke daerah terpencil agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam peluncuran program MBG di SD Negeri 5 Cilangkap, Depok, Senin (6/1).

Dikutip dari Website www.komdigi.co.id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menkomdigi menyatakan, program MBG merupakan rencana besar Presiden Prabowo Subianto demi menyiapkan generasi Indonesia emas 2045. Pelaksanaan rencana yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Prabowo-Gibran ini diluncurkan di 190 titik layanan yang tersebar di 26 provinsi, dengan target perluasan hingga 937 titik layanan pada akhir Januari 2025. Komdigi bertugas menyampaikan informasi secara luas, menggunakan berbagai kanal komunikasi seperti media nasional, media sosial, dan forum masyarakat.

Baca Juga :  Sasar Ojol hingga Petugas Kebersihan, Pasar Murah Kalteng Digelar Gratis

“Kami memastikan seluruh lapisan masyarakat memahami manfaat dan tata cara akses program ini. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mereka dalam mendukung dan memantau pelaksanaan program,” jelas Meutya Hafid.

Selain itu, Kemkomdigi mengintegrasikan pendekatan digital dalam mendukung pelaksanaan MBG. Aplikasi berbasis teknologi dikembangkan untuk mempermudah pelaporan distribusi, memastikan transparansi, dan memantau efektivitas program.

“Dengan memanfaatkan teknologi, kami dapat memonitor distribusi program secara real-time. Hal ini memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga sesuai target,” ucap Meutya Hafid

Menkomdigi juga menyoroti peran Kemkomdigi dalam mengedukasi masyarakat mengenai dampak luas dari Program MBG, termasuk kontribusinya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Bahan makanan yang digunakan dalam program ini dipasok oleh pelaku UMKM, petani, dan nelayan di berbagai daerah, menciptakan dampak ganda dalam sektor kesehatan dan ekonomi.

Baca Juga :  MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Dikriminalisasi, Sengketa Pers Wajib Tempuh Mekanisme Dewan Pers

“Sosialisasi ini lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Ini adalah ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mendukung keberhasilan program. Kami percaya kolaborasi ini akan menciptakan dampak positif jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” ujar Meutya.

Kemkomdigi menargetkan peningkatan literasi digital masyarakat sebagai bagian dari sosialisasi program. Melalui berbagai pelatihan dan kampanye, masyarakat didorong untuk memanfaatkan teknologi dalam mendukung pelaksanaan program ini.

“Kami optimistis dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi, Program MBG akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB