Mentaya Hilir Utara Kekurangan Guru PJOK dan Bahasa Inggris

- Publisher

Sabtu, 21 September 2024 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halikinnor bertemu para guru se kotim.(IST)

Bupati Halikinnor bertemu para guru se kotim.(IST)

Sampit- Kekurangan guru untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) serta Bahasa Inggris di Kecamatan Mentaya Hilir Utara memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Hampir semua sekolah dasar (SD) di Mentaya Hilir Utara tidak memiliki guru PJOK. Ini adalah masalah serius yang perlu segera ditangani oleh pemerintah,” ujar perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Mentaya Hilir Utara, Siti Lawana, Sabtu, 21 September 2024.

Ketiadaan guru PJOK menyebalkan pelajaran olahraga tidak berjalan maksimal, dan sekolah-sekolah terpaksa memberdayakan guru yang ada untuk mengisi kekosongan. Akibatnya, siswa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan jasmani yang layak dan berkualitas.

Selain PJOK, kekurangan guru Bahasa Inggris juga menjadi perhatian. Sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka, Bahasa Inggris telah menjadi mata pelajaran wajib dari kelas 3 hingga kelas 6, namun banyak sekolah di Mentaya Hilir Utara tidak memiliki guru tetap untuk mata pelajaran ini.

“Untuk mengatasi kekurangan ini, kami harus mengangkat guru honorer untuk mengajar Bahasa Inggris, yang tentunya membebani anggaran dana BOS,” jelas Siti.

Pengangkatan guru honorer guna menutupi kekurangan guru Bahasa Inggris berdampak pada meningkatnya penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan lain harus dialihkan untuk membayar gaji guru honorer.

Baca Juga :  Orang Tua Dihimbau tidak Izinkan Anak Gunakan Sepeda Listrik Ke Sekolah

Siti Lawana berharap pemerintah daerah, terutama Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kekurangan ini. Ia juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pengangkatan guru kontrak untuk mata pelajaran PJOK dan Bahasa Inggris.

“Kami berharap kebutuhan penting ini segera dipenuhi agar kualitas pendidikan di Mentaya Hilir Utara dapat ditingkatkan,” tambahnya

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB