Pelaksanaan pelantikan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia berlangsung dengan khidmat, Minggu 20 Oktober 2024. Prabowo mengucapkan sumpah dan janjinya sebagai Presiden pada pukul 10:31 WIB, kemudian dilanjutkan Gibran mengucapkan sumpah dan janjinya sebagai Wakil Presiden.
Dengan setelan beskap Betawi keduanya tampak berwibawa dan siap menjalankan tugasnya selama lima tahun, dari 2024 hingga 2029 nanti. Di depan tamu undangan pimpinan dan utusan khusus negara sahabat, segenap yang hadir, dan seluruh rakyat Indonesia melalui media elektronik dan internet, dalam sambutannya Prabowo menyampaikan sesuai sumpahnya untuk mempertahankan Undang-undang Dasar RI, menjalankan undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan untuk berbakti pada nusa dan bangsa.
“Sumpah tersebut akan kami jalankan sebaik-baiknya. Dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan penuh semua kekuatan yang ada pada jiwa dan raga kami. Kami akan menjalankan kepemimpinan Pemerintah Republik Indonesia, kepemimpinan Negara Republik Indonesia, dengan tulus, dengan mengutamakan kepentingan seluruh Rakyat Indonesia, termasuk mereka-meraka yang tidak memilih kami,” kata Prabowo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo, mengatakan akan mengutamakan kepentingan Bangsa Indonesia, kepentingan Rakyat Indonesia di atas segala kepentingan, di atas segala golongan, apalagi untuk kepentingan pribadinya.
“Di tengah segala kelebihan yang kita (Indonesia) miliki yang memang membuat kita harus menghadapi masa depan dengan optimis. Tetapi kita pun harus berani untuk melihat hambatan, tantangan, rintangan, ancaman, dan kesulitan yang ada dihadapan kita,” kata Prabowo.
Probowo mengajak seluruh komponen bangsa, untuk menjadi bangsa yang berani, tidak takut dengan tantangan dan rintangan, serta bangsa yang tidak takut ancaman. Disebutkannya, sejarah mencatat bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang pemberani, bahkan ketika diinspansi bangsa lain.
“Sekarang, saya mengajak saudara-saudara terutama pimpinan dari semua unsur kalangan, dari kalangan cendikiawan, dari kalangan ulama, dari kalangan pengusaha, dari kalangan pemimpin politik, dari kalangan pemuda dan mahasiswa, Mari kita berani menghadapi tantangan-tantangan tersebut,” kata Prabowo.
Tantangan itu sebut Prabowo, ada yang berasal dari luar Indonesia, tetapi harus diakui banyak tantangan, kesulitan yang berasal dari diri Bangsa dan Negara Indonesia sendiri. Ini dapat terjadi karena kurang waspada dan kurang piawai dalam mengurus bangsa sendiri. Karena itu kata Prabowo, kita harus berani mengoreksi dan memperbaiki diri sendiri.
“Saudara-saudara sekalian kita menghadapi kenyataan, bahwa masih terlalu banyak, kebocoran, penyelewengan, korupsi di negara kita. Ini yang membahayakan masa depan kita, anak-anak kita dan cucu-cucu kita,” kata Prabowo.
Probowo menegaskan, masih banyak terjadi keboncoran dan penyimpangan anggaran. Masih banyak terjadi korupsi, dan kolusi di semua tingkatan pejabat dengan pengusaha-pengusaha yang nakal, yang tidak memiliki sifat patriotik.
“Kita masih melihat sebagian saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan, terlalu banyak saudara-saudara kita yang di bawah garis kemiskinan, terlalu banyak anak-anak kita berangkat sekolah tidak makan pagi, terlalu banyak anak-anak kita sekolah tidak punya pakaian, saudara-saudara sekalian,” cetus Prabowo.
Sekitar satu jam, pidato perdana Prabowo sebagai Presiden RI. Banyak hal yang disoroti, baik kondisi Indonesia sendiri, maupun kondisi dunia, sehingga Probowo menegaskan, Indonesia harus pada posisi netral, namun demikian ditegaskannya Indonesia anti penindasan.
Probowo mengajak semua pihak bersatu kembali membangun bangsa ini, menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan demi kesejehteraan bangsa dan dunia. (*)








