NANGA BULIK – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai sebuah rumah sederhana di RT 02 Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyempatkan diri menepati janjinya untuk berbuka puasa bersama seorang warga lanjut usia penerima bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera, Jumat (13/3/2026).
Momen kebersamaan tersebut berlangsung di kediaman Nea Anne, seorang lansia yang menjadi penerima manfaat program bantuan sosial Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Lamandau itu pun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Nea Anne dan warga sekitar yang turut menyaksikan.
Dalam suasana sederhana namun penuh makna, Bupati Rizky Aditya Putra menyampaikan doa dan harapannya agar Nea Anne selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan. Hari ini kita menunaikan janji untuk berbuka bersama di rumah Nea Anne. Semoga selalu diberikan kesehatan. Doakan juga agar kami yang diberi amanah dapat menjalankan tugas dengan baik untuk masyarakat Lamandau,” ujarnya penuh kehangatan.
Rizky menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir dan mendengar langsung kondisi masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kepedulian dan kebersamaan. Pemerintah harus hadir tidak hanya melalui program, tetapi juga melalui kedekatan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bantuan yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sendiri merupakan program bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya yang masuk kategori desil 1 dan 2. Program ini menyasar kelompok rentan seperti lansia terlantar, penyandang disabilitas, serta keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Bagi Nea Anne, kedatangan Bupati Lamandau ke rumahnya menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Di bulan suci Ramadan, momen sederhana tersebut menjadi bukti bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah dapat dirasakan hingga ke rumah-rumah warga.
Kebersamaan itu pun menjadi pengingat bahwa bagi masyarakat, kehangatan, kepedulian, serta janji yang ditepati sering kali memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar kata-kata.(nr).








