Program MBG di Palangka Raya Baru Sentuh 42 Ribu Siswa, 9 Dapur Masih Belum Beroperasi

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKAN : Sejumlah siswa SD di Kota Palangkaraya saat memakan makanan yang diberika oleh pemerintah daerah melalui program MBG, belum lama ini.(IST)

MAKAN : Sejumlah siswa SD di Kota Palangkaraya saat memakan makanan yang diberika oleh pemerintah daerah melalui program MBG, belum lama ini.(IST)

PALANGKA RAYA – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Dari total target 75.117 siswa penerima manfaat, baru sekitar 42 ribu anak yang sudah mendapatkan layanan program ini.

Hal tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, usai memimpin rapat percepatan pelaksanaan MBG pada Jumat (20/9). Rapat ini juga menjadi tindak lanjut dari pembentukan Satgas MBG yang dibentuk pekan lalu.

Menurut Arbert, salah satu hambatan utama adalah keterlambatan pengoperasian dapur penyedia konsumsi. Dari total 20 dapur MBG yang ditargetkan, masih ada 9 dapur yang belum berjalan. Bahkan, 4 di antaranya masih dalam tahap perbaikan sesuai laporan koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).

“Program ini akan terus diperluas secara bertahap hingga seluruh sasaran bisa merasakan manfaatnya. Saat ini, percepatan juga difokuskan pada pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelas Arbert.

Dari 20 SPPG baru yang direncanakan, lima di antaranya diprioritaskan segera terealisasi untuk melengkapi 15 SPPG yang sudah dalam proses. Pemkot juga menyiapkan peta SPPG sekaligus peta sasaran sekolah sebagai bahan evaluasi bersama lintas instansi.

Baca Juga :  Soal Viral Minyakita di Bawah 1 liter, Sahli Ekkeubang Yuas Elko: Selektif Dalam Membeli

Selain itu, distribusi makanan bergizi bagi siswa di kawasan bantaran sungai turut menjadi perhatian serius. Jumlah anak sekolah di kawasan tersebut belum memenuhi syarat minimal 1.000–3.000 penerima manfaat untuk pembukaan dapur MBG.

“Kami bersama camat, lurah, dan PKK setempat akan mencari solusi terbaik agar anak-anak di bantaran sungai juga tetap bisa menikmati layanan MBG,” tegas Arbert.

Pemkot Palangka Raya berharap, dengan percepatan koordinasi lintas sektor, seluruh sasaran MBG dapat terlayani secara optimal demi meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan anak-anak di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.(nr/sekaltengcom).

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru