PALANGKA RAYA – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Dari total target 75.117 siswa penerima manfaat, baru sekitar 42 ribu anak yang sudah mendapatkan layanan program ini.
Hal tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, usai memimpin rapat percepatan pelaksanaan MBG pada Jumat (20/9). Rapat ini juga menjadi tindak lanjut dari pembentukan Satgas MBG yang dibentuk pekan lalu.
Menurut Arbert, salah satu hambatan utama adalah keterlambatan pengoperasian dapur penyedia konsumsi. Dari total 20 dapur MBG yang ditargetkan, masih ada 9 dapur yang belum berjalan. Bahkan, 4 di antaranya masih dalam tahap perbaikan sesuai laporan koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini akan terus diperluas secara bertahap hingga seluruh sasaran bisa merasakan manfaatnya. Saat ini, percepatan juga difokuskan pada pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelas Arbert.
Dari 20 SPPG baru yang direncanakan, lima di antaranya diprioritaskan segera terealisasi untuk melengkapi 15 SPPG yang sudah dalam proses. Pemkot juga menyiapkan peta SPPG sekaligus peta sasaran sekolah sebagai bahan evaluasi bersama lintas instansi.
Selain itu, distribusi makanan bergizi bagi siswa di kawasan bantaran sungai turut menjadi perhatian serius. Jumlah anak sekolah di kawasan tersebut belum memenuhi syarat minimal 1.000–3.000 penerima manfaat untuk pembukaan dapur MBG.
“Kami bersama camat, lurah, dan PKK setempat akan mencari solusi terbaik agar anak-anak di bantaran sungai juga tetap bisa menikmati layanan MBG,” tegas Arbert.
Pemkot Palangka Raya berharap, dengan percepatan koordinasi lintas sektor, seluruh sasaran MBG dapat terlayani secara optimal demi meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan anak-anak di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.(nr/sekaltengcom).








