Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Tenaga Pendidik Dorong Lulusan Berwirausaha dan Jangan Menutup Diri

- Publisher

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Muhammad Azharul Hadi, S.Kep. Ners., M.MKes.

Foto Muhammad Azharul Hadi, S.Kep. Ners., M.MKes.

SAMPIT – Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Mei 2026 mencatat lebih dari 1,03 juta lulusan Diploma IV (D4), sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3) masih belum terserap dunia kerja. Angka tersebut mencapai 14,31 persen dari total pengangguran di Indonesia.

Fenomena ini dinilai menjadi tantangan bagi lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya bergantung pada lowongan kerja yang tersedia, tetapi juga berani menciptakan peluang baru.

Tenaga pendidik, Muhammad Azharul Hadi, S.Kep. Ners., M.MKes, mengatakan lulusan perguruan tinggi perlu memiliki pola pikir yang lebih terbuka dengan mengembangkan keterampilan, berwirausaha, serta terus belajar di luar bidang keilmuan yang ditempuh.

“Pendidikan itu pada dasarnya menimba ilmu. Setelah lulus, ilmu tersebut harus bisa diaplikasikan. Jadi jangan terpaku hanya pada satu jurusan,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan juga perlu memperluas relasi dan tidak menutup diri terhadap berbagai peluang. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting agar lulusan mampu mengikuti kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Azharul juga mengapresiasi langkah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menghadapi tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi melalui program pelatihan vokasi dan magang.

Baca Juga :  Bansos UEP dan DBH DR di Kapuas, Inspektorat Kalteng: Memastikan Tepat Sasaran

“Terobosan seperti pelatihan dan magang sangat bagus karena memberikan pengalaman serta keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Ia berharap lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mulai berani menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan maupun pengembangan kompetensi.

Sebelumnya, Kemnaker menyatakan pemerintah menyiapkan dua langkah untuk menekan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, yakni memperkuat pelatihan vokasi dan memperluas kesempatan magang.(nr).

Berita Terkait

Prodi Terancam Ditutup Kemdiktisaintek, Dosen Sampit Soroti Ketimpangan Lulusan dan Kebutuhan Kerja
Dosen Harus Naik Level di Era AI, Jika Tak Upskilling Terancam Tertinggal
Pentingnya Kemampuan Public Speaking bagi Generasi Muda
Tokoh HIPMI Kotim Terima Cenderamata dari Sutradara Film Anti-Bullying, Dukung Edukasi Lewat Layar Lebar
Menjaga Bara di Dua Dunia, Kusnadi Jaya dan Para Pakar Bicara Keseimbangan Kehidupan Nakes di Tengah Derasnya Arus Kerja
Ahmad Junaedi Inspirasi Gerakan Pejuang Subuh dan Gerakan Pejuang Anti Riba
Komunitas Peduli Kotim Siap Perangi dan Mendukung Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Narkoba
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Tenaga Pendidik Dorong Lulusan Berwirausaha dan Jangan Menutup Diri

Senin, 27 April 2026 - 17:33 WIB

Prodi Terancam Ditutup Kemdiktisaintek, Dosen Sampit Soroti Ketimpangan Lulusan dan Kebutuhan Kerja

Senin, 2 Maret 2026 - 04:50 WIB

Dosen Harus Naik Level di Era AI, Jika Tak Upskilling Terancam Tertinggal

Minggu, 5 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Pentingnya Kemampuan Public Speaking bagi Generasi Muda

Kamis, 7 Agustus 2025 - 20:57 WIB

Tokoh HIPMI Kotim Terima Cenderamata dari Sutradara Film Anti-Bullying, Dukung Edukasi Lewat Layar Lebar

Berita Terbaru