PALANGKA RAYA – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menghadiri Rapat Evaluasi Program Swasembada Jagung yang digelar di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Rabu (14/5).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah, terutama melalui pengembangan komoditas strategis seperti jagung.
“Penguatan ketahanan pangan adalah bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah, sekaligus kontribusi nyata terhadap agenda besar Indonesia Emas 2045. Fokus kami jelas, yaitu membangun kemandirian pangan dengan semangat lokalitas dan kerja sama yang kuat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Agustiar menyoroti ancaman nyata terhadap keberlanjutan pertanian, seperti konversi lahan produktif ke sektor non-pertanian. Ia menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor, termasuk sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pihak swasta, untuk menjaga dan mengoptimalkan lahan pertanian yang ada.
“Saat ini kita telah membuka 838,3 hektare lahan dari target 18.000 hektare untuk jagung. Ini awal yang baik. Pemprov Kalteng siap memfasilitasi dari aspek regulasi, dukungan anggaran, dan penyediaan sarana produksi pertanian,” jelasnya.
Ia juga mengajak Perusahaan Besar Swasta (PBS) di sektor perkebunan agar turut mengambil peran aktif dalam program swasembada jagung melalui pola tanam tumpangsari atau pemanfaatan lahan tidur.
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan kesiapan institusinya untuk terlibat langsung dalam mendukung program ketahanan pangan, sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Ketahanan pangan bukan hanya isu pertanian, tapi juga menyangkut stabilitas nasional. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi dalam merumuskan langkah konkret yang bisa langsung dijalankan di lapangan,” ujar Kapolda.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementerian Pertanian RI Tedy Dirhamsyah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Shalahuddin, Asisten Administrasi Umum Sunarti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Agnes Widiastuti, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rapat evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menilai progres pelaksanaan program sekaligus merumuskan strategi percepatan pencapaian swasembada jagung di Kalimantan Tengah, sebagai bagian dari pembangunan pangan berkelanjutan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. (nr/sekaltengcom)








