PALANGKA RAYA – Direktur Rumah Sakit Kalawa Atei mengikuti rapat koordinasi lintas sektor terkait rencana pembangunan Rumah Sakit atau Loka Rehabilitasi Narkotika di Kalimantan Tengah pada Rabu (12/2) di Ruang Rapat Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalteng H.Edy Pratowo yang didampingi Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Katma F. Dirun. Dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan sektor terkait.
“Rapat Koordinasi ini menekankan pentingnya dukungan dan peran aktif pemerintah daerah dalam menangani permasalahan narkotika dengan menyediakan fasilitas rehabilitasi yang memadai,” kata Edy Pratowo,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya mengatakan Adapun tujuan dari pembangunan Rumah Sakit atau Loka Rehabilitasi Narkotika ini diantaranya untuk menekan prevalensi penyalahgunaan narkotika di Kalteng.
“Diharapkan, dengan adanya pembangunan ini akan mempermudah pelayanan sehingga tidak perlu lagi dirujuk ke Loka Rehabilitasi provinsi lain,” ucap Edy Pratowo.
Rencana pembangunan Loka Rehabilitasi Narkotika ini sesuai dengan program Asta Cita 2024-2029 yang dicanangkan oleh Presiden dimana salah satunya berisi tentang bagaimana mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing serta dibekali dengan kesehatan yang baik.
Menurutnya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) memerlukan dukungan serta peran dari pemerintah daerah. Adapun dukungan tersebut dapat berupa kebijakan yang responsif, komprehensif, integratif, dan berkelanjutan.
“Rencana lokasi pembangunan Loka Rehabilitasi Narkotika ini berada di Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah menyiapkan lahan seluas dua hektar untuk pembangunan tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan bekerja sama dengan BNN Provinsi Kalimantan Tengah dalam merealisasikan proyek ini,” ujarnya.
Adapun syarat pembangunan Loka Rehabilitasi Narkotika ini yakni memiliki akses penerbangan, memiliki akses Rumah Sakit Rujukan dan berada pada wilayah Provinsi Kalteng Selain memiliki jumlah penduduk yang banyak, arus mobilisasi masyarakat baik yang masuk maupun keluar cukup besar, sehingga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bisa menjadi pintu gerbang peredaran narkotika di Kalteng.
Sementara itu, Direktur RS Kalawa Atei, Seniriaty, menyatakan akan berperan serta dengan mendirikan gedung rehabilitasi Napza rawat inap dengan mendapatkan anggaran langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Pihaknya juga siap bersinergi dengan BNN dalam upaya menyediakan pusat rehabilitasi rawat inap dengan peningkatan kapasitas tempat tidur bagi pengguna NAPZA, dan mendapatkan dukungan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Saat ini, kebutuhan rehabilitasi hanya terpenuhi 19,1 persen dari total penyalahguna. Banyak penyalahguna harus direhabilitasi di provinsi lain atau tidak mendapatkan layanan sama sekali serta ancaman narkotika yang semakin meningkat, terutama bagi generasi muda,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








