SAMPIT – Desa Parebok Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dihebohkan dengan kejadian warga yang tewas diserang buaya, Selasa 22 Oktober 2024.
Serangan buaya yang menewaskan warga bernama Badruzaman (52) itu, terjadi pada Senin malam, 21 Oktober 2024, sekitar pukul 22:00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika itu, korban yang kerap disapa Taman ini sedang membersihkan badan usai memanen buah kelapa –memang, panen kelapa ini dilakukan petani biasanya menyesuaikan air pasang, sehingga kelapa diangkut dengan melarutkannya melalui saluran air di kebun, karena saat itu air pasang terjadi di malam hari –, tiba-tiba seekor buaya muara menyerang dan menyeretnya ke dalam air.
Korban yang saat itu sempat berteriak meminta tolong, seketika menggegerkan warga sekitar. Namun sayang, dirinya telah menghilang dari permukaan air.
Warga Desa Parebok seketika dibuat heboh, dengan adanya teriakan minta tolong korban itu, akhirnya berdatangan di sekitar suara teriakan. Setelah ditelusuri, ternyata ada salah seorang warga mereka yang hilang disambar buaya.
Secara otomatis, warga langsung melakukan pencarian dengan penerangan yang minim, warga berusaha mencari korban di sungai sekitar lokasi kejadian.
Dari informasi yang dihimpun, saat itu Taman baru saja selesai memanen buah kelapa di kebunnya, kemudian pulang ke rumahnya yang berada persis di tepi sungai dan mandi di sungai tersebut.
Namun korban tidak menyadari jika ia diincar seekor buaya berukuran besar, buaya langsung menyerang korban dan menyeretnya ke air sekitar pukul 10:00 malam. Korban lantas berteriak minta tolong dan di dengar warga sekitar.
Warga pun berusaha mencari korban, selang sekitar satu jam setelah kejadian, korban ditemukan di dalam air dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Warga juga berusaha mencari buaya yang telah menyambar korban. Buaya jenis muara berukuran besar itu, akhirnya ditemukan dan berhasil ditangkap warga sekitar pukul 02:00 dini hari.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Parebok Indrayoto Saidina Ali membenarkan penemuan korban yang disambar oleh buaya tersebut. Diinformasikannya pula, korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarga korban.
“Benar, sudah ditemukan tadi oleh warga yang melakukan pencarian,” kata Indrayoto.
Konflik antara buaya dan manusia, terus menjadi perhatian serius Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Komandan BKSDA Sampit Muriansyah mengatakan, sejak awal tahun 2024, setidaknya telah ada tiga peristiwa serangan buaya terhadap manusia di Kotawaringin Timur.
“Terjadi serangan buaya terhadap manusia tadi malam, kami berkoordinasi ke pos Angkatan Laut (AL) dan Polsek setempat. Berupaya mencari korban dan upaya untuk menangkap buaya. Sekitar pukul 11.30 korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi serangan buaya. Sedangkan buaya bisa ditangkap sekitar pukul 02.20,” kata Muriansyah.








