Menkomdigi Kukuhkan Pengurus KORPRI: ASN Harus Jadi Pilar Utama Transformasi Digital

- Publisher

Selasa, 24 Juni 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENGUKUHAN : Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia di Kantor Pusat Kemkomdigi pada Selasa (24/6).(IST)

PENGUKUHAN : Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia di Kantor Pusat Kemkomdigi pada Selasa (24/6).(IST)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) harus tampil sebagai kekuatan utama dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Hal tersebut disampaikan Meutya saat mengukuhkan kepengurusan baru Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kemkomdigi, bertempat di Kantor Pusat Kemkomdigi, Jakarta, pada Selasa (24 Juni 2025).

Dalam sambutannya, Meutya menyebutkan bahwa pengukuhan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi menjadi titik awal untuk mempertegas peran ASN sebagai agen perubahan yang adaptif terhadap era digital. Ia menekankan bahwa ASN dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik berbasis teknologi yang inovatif dan efisien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kementerian Komunikasi dan Digital tidak cukup hanya sebagai regulator, tetapi juga harus menjadi motor penggerak digitalisasi di semua lini kebijakan pembangunan, utamanya dalam mendukung program-program strategis nasional,” ujar Meutya.

Baca Juga :  299 Hari Memimpin, Presiden Prabowo Umumkan Rekor Stok Beras Nasional 4,2 Juta Ton

Lebih lanjut, Meutya menyoroti pentingnya peran ASN Kemkomdigi dalam menyukseskan program prioritas Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi program-program tersebut sangat ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang merata dan mumpuni.

“Contohnya dalam distribusi makanan bergizi, diperlukan sistem pelaporan digital yang terintegrasi dan transparan. Begitu juga dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, kita tengah menyiapkan jaringan digital agar semua kegiatan pembelajaran bisa terhubung dengan baik,” jelasnya.

Tak hanya itu, Menkomdigi juga mengingatkan pentingnya peran kementerian dalam menangkal arus informasi destruktif, terutama yang berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak. Ia menyebut tantangan ini sebagai perang tanpa senjata yang menguji ketahanan sosial dan budaya bangsa di era keterbukaan informasi.

Menkomdigi pun menitipkan harapan besar kepada jajaran KORPRI Kemkomdigi untuk menjadi contoh dalam menanamkan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai landasan kerja ASN. Menurutnya, budaya kerja yang menjunjung integritas, kolaborasi antar generasi, dan kepedulian terhadap masyarakat adalah elemen penting dalam pelayanan publik era digital.

Baca Juga :  Seorang Pria di Kotim jadi Korban Penganiayaan

“KORPRI mencerminkan citra ASN di mata masyarakat. Karena itu, ASN harus hadir dengan empati, bukan sekadar menjadi mesin birokrasi yang kaku. Jangan sampai kehilangan sisi kemanusiaan dalam melayani,” tegas Meutya.

Menutup sambutannya, Meutya mengajak seluruh ASN Kemkomdigi untuk merawat semangat kebersamaan dan terus meningkatkan profesionalisme. Ia juga berharap kepengurusan KORPRI yang baru mampu memperkuat nilai-nilai nasionalisme di tengah perkembangan ekosistem digital di Indonesia.

“Solidaritas dan saling mendukung antarpegawai harus menjadi kekuatan kolektif dalam menghadapi tantangan ke depan. KORPRI harus menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan dalam ruang digital,” tutupnya. (nr/sekaltengcom/ komdigi)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB