Irfansyah Ungkapkan Kesedihannya karena Satu dari Tiga Anak di Indonesia Alami Kekerasan

- Publisher

Rabu, 2 Oktober 2024 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdik Kotim dalam program peningkatan TPPK.(IST)

Disdik Kotim dalam program peningkatan TPPK.(IST)

Sampit – Data menyedihkan diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M Irfansyah. Menurutnya, satu dari tiga anak di Indonesia tercatat pernah mengalami kekerasan.

“Berdasarkan asesmen, 1 banding 3. Artinya, dari 3 anak yang ditanyakan se-Indonesia, satu di antaranya pasti pernah mengalami kekerasan, baik itu dimarahi guru, teman, hingga mengalami kekerasan fisik atau verbal,” ujarnya pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Menanggapi situasi ini, Disdik Kotim menargetkan tahun ini tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak, terutama di lingkungan sekolah. Adanya tim pencegahan kekerasan di setiap sekolah diharapkan mampu menekan angka tindak kekerasan hingga nol kasus.

Namun, Irfansyah mengakui bahwa kekerasan pada anak lebih sering terjadi di luar lingkungan sekolah. Di dalam sekolah, guru memiliki peran dalam upaya pencegahan kekerasan, tetapi ketika siswa berada di luar sekolah, mereka tidak lagi berada di bawah pengawasan guru.

“Biasanya, sekitar 5 hingga 10 meter dari sekolah, siswa mungkin terlibat perselisihan hingga berujung adu mulut, perkelahian, bahkan tawuran. Hal inilah yang perlu diantisipasi,” jelas Irfansyah.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran serta lingkungan dan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Mengingat pengawasan sekolah terbatas pada saat anak berada di lingkungan sekolah saja.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Gelar Rancangan Awal RKPD 2026, Bahas Isu Strategis Pembangunan

“Ketika siswa sudah pulang atau dalam perjalanan ke dan dari sekolah, guru tidak bisa lagi mengawasi mereka satu per satu. Karena itu, peran masyarakat sangat diperlukan untuk ikut mengawasi. Jika melihat hal yang mencurigakan, mereka bisa melaporkannya ke pihak sekolah atau langsung mengambil tindakan pencegahan,” tambahnya.

Selain itu, Irfansyah juga menggarisbawahi pentingnya setiap satuan pendidikan untuk mempublikasikan kontak yang dapat dihubungi oleh masyarakat. Hal ini memudahkan pelaporan jika terjadi kasus yang melibatkan siswa.

“Keterlibatan masyarakat dalam memberikan laporan akan sangat membantu, sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan,” pungkasnya

Berita Terkait

Sambut HUT RI Ke-81, Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Tuntaskan Pembangunan Masjid Al-Jami di Tumbang Boloi
Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Renovasi Masjid Nurhasanah di Desa Tukang Langit
Koperasi Produsen Makarti Jaya Kantongi Legalitas Kemenkumham, Yudik Sulardi Tegaskan Kepengurusan Sah Sesuai AD/ART
Yudik Tegaskan Terpilih Sesuai AD/ART, Minta Semua Pihak Hormati Hasil Pemilihan Koperasi Makarti Jaya
Yudik Sulardi Terpilih Pimpin Koperasi Produsen Makarti Jaya Periode 2026–2031
Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Tuntaskan Pembangunan Masjid Al-Jami di Tumbang Boloi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Kapolsubsektor Telaga Antang Bantu Renovasi Masjid Nurhasanah di Desa Tukang Langit

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:14 WIB

Koperasi Produsen Makarti Jaya Kantongi Legalitas Kemenkumham, Yudik Sulardi Tegaskan Kepengurusan Sah Sesuai AD/ART

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:29 WIB

Yudik Tegaskan Terpilih Sesuai AD/ART, Minta Semua Pihak Hormati Hasil Pemilihan Koperasi Makarti Jaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:34 WIB

Yudik Sulardi Terpilih Pimpin Koperasi Produsen Makarti Jaya Periode 2026–2031

Berita Terbaru