Sampit – Keberhasilan Minarni membuktikan bahwa inovasi teknologi dalam pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek modernisasi, tetapi juga mampu melestarikan warisan budaya daerah.
Dengan pendampingan yang intensif, para guru di Kotim kini siap membawa perubahan signifikan ke dalam ruang kelas mereka.
“Mereka tidak hanya mengajarkan keterampilan teknologi, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga budaya dan sejarah lokal,” Ujar Minarni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kotawaringin Timur kini telah membuktikan diri sebagai pionir dalam integrasi teknologi AR dan Metaverse di sektor pendidikan. Upaya Minarni dan para guru TIK di Kotim bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, bagaimana teknologi canggih dapat digunakan untuk tujuan yang lebih mulia: melestarikan budaya lokal di era digital.
“Melalui semangat inovasi ini, pendidikan di Kotim tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga semakin kaya dengan nilai-nilai budaya yang lestari,” Ungkapnya.
Teknologi menjadi alat yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk bangga dengan warisan lokal mereka.








