JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran sentral dalam membentuk agenda baru World Summit on the Information Society (WSIS). Ia menekankan pentingnya transformasi WSIS agar lebih responsif terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan global yang kian kompleks.
Dalam Forum Ministerial Round Table WSIS yang digelar di Jenewa, Swiss, Rabu (9/7/2025), Meutya menyerukan agar forum WSIS tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan keberlanjutan.
“Kita harus mengubah kesenjangan digital menjadi keuntungan digital. Visi WSIS harus diwujudkan, yaitu teknologi digital yang memberdayakan seluruh umat manusia tanpa meninggalkan siapa pun,” tegas Meutya melalui siaran presnya, Kamis (10/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti empat agenda strategis yang perlu menjadi fokus WSIS ke depan: etika kecerdasan artifisial (AI), eksplorasi ruang angkasa yang berkelanjutan, perlindungan anak di ranah digital, serta pengembangan ekonomi digital berbasis lingkungan.
Meutya juga mendorong seluruh negara peserta WSIS untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan ekosistem digital global yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
“Semua negara anggota perlu bersinergi agar teknologi digital dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa kecuali,” imbuhnya.
Indonesia, lanjut Meutya, telah mengintegrasikan prinsip-prinsip WSIS ke dalam kerangka regulasi nasional, salah satunya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Pemerintah Indonesia juga tengah merampungkan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional, serta memperluas akses internet di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dengan dukungan teknologi satelit.
Pertemuan tersebut turut dihadiri menteri bidang komunikasi dan digital dari berbagai negara, antara lain Azerbaijan, Rusia, Tiongkok, Kuba, Burkina Faso, Guinea, Burundi, dan Gabon. (nr/sekaltengcom/komdigi)








