Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Harus Adaptif Hadapi Gejolak Geopolitik Dunia

- Publisher

Senin, 23 Juni 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RETRET : Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional TB Ace Hasan Syadzily saat kegiatan Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (23/6).(IST)

RETRET : Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional TB Ace Hasan Syadzily saat kegiatan Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (23/6).(IST)

SUMEDANG – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa para kepala daerah di seluruh Indonesia perlu memiliki kecakapan dalam membaca situasi geopolitik global. Menurutnya, kesadaran terhadap dinamika internasional menjadi kunci dalam menyusun kebijakan yang strategis dan berpihak pada ketahanan nasional, khususnya dalam konteks pelaksanaan visi pembangunan nasional seperti Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Ace Hasan usai menyampaikan materi dalam kegiatan Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (23/6).

“Kita perlu proaktif mengantisipasi setiap potensi yang bisa berimbas pada perekonomian nasional, termasuk di level daerah,” ungkapnya di hadapan awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ace menyoroti berbagai dinamika global yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional, mulai dari ketegangan perdagangan hingga konflik bersenjata. Salah satu contohnya adalah kebijakan tarif tinggi yang pernah diterapkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang berdampak pada sektor industri dalam negeri seperti tekstil, kayu, hingga garmen.

Baca Juga :  ASN Guru, Dosen, dan Tendik Diberikan Kemudahan Izin Belajar, Tugas Belajar, dan Pencantuman Gelar

Ia juga menyinggung perkembangan konflik terkini antara Iran dan Israel yang mengancam stabilitas energi global. Ace memperingatkan bahwa bila Iran menutup Selat Hormuz, sebagai jalur vital pasokan minyak dunia, maka harga energi bisa melonjak dan memicu tekanan inflasi secara global, termasuk di Indonesia.

“Selat Hormuz itu krusial bagi rantai pasok minyak dunia. Jika pasokan terganggu, seluruh negara, termasuk kita, akan terkena dampaknya,” jelasnya.

Menghadapi kondisi ini, Ace mendorong kepala daerah untuk mengembangkan strategi penguatan ekonomi lokal. Langkah konkret yang bisa dilakukan antara lain diversifikasi produk unggulan daerah, peningkatan daya saing UMKM, serta efisiensi pengelolaan anggaran dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga :  Lapas Kelas II Sampit Kanwil Laksanakan Tes Urin Rutin Bagi Personilnya

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan maksimal. Dengan memperkuat kualitas SDM dan memperkokoh kolaborasi pusat-daerah, cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045 bukanlah sekadar angan.

“Kepala daerah harus solid, sinergis dengan pemerintah pusat. Tantangan ke depan semakin kompleks, dan hanya dengan kebersamaan kita bisa menghadapi semuanya,” tegas Ace.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan Retret Gelombang II ini dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara serta praktisi kebijakan strategis. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional yang semakin multidimensional. (nr/sekaltengcom/mendagri)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB