Dorong Akselerasi Program Makan Bergizi Gratis, Mendagri Instruksikan Pemda Bentuk Satgas dan Perkuat Sinergi dengan BGN

- Publisher

Jumat, 18 Juli 2025 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIMPIN : Mendagri Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait  membahas percepatan Program MBG dan pentingnya pembentukan Satgas MBG di setiap daerah, Jumat (18/7/2025).(IST)

PIMPIN : Mendagri Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait membahas percepatan Program MBG dan pentingnya pembentukan Satgas MBG di setiap daerah, Jumat (18/7/2025).(IST)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif strategis nasional yang digagas di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), persiapan peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta rangkaian kegiatan menuju HUT ke-80 RI Tahun 2025, Mendagri meminta setiap kepala daerah segera membentuk satuan tugas (Satgas) MBG dan menetapkan penanggung jawab utama. Agenda ini digelar secara virtual dari kediaman Mendagri di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

“Saya minta kepala daerah segera membentuk Satgas MBG dan tunjuk ketuanya. Bisa Sekda, Kepala Bappeda, Kadisdik, atau siapapun yang dianggap kapabel dan diberi kewenangan penuh,” tegas Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Garut yang telah lebih dahulu membentuk Satgas dengan struktur yang jelas. Menurutnya, fleksibilitas dalam penunjukan ketua Satgas penting, asalkan mampu memastikan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Jemaah Umrah Wajib Berangkat dari Asrama Haji

Mendagri juga menyoroti pentingnya sinergi konkret antara Pemda dan BGN. Untuk mendukung komunikasi lintas sektor, BGN telah menyiapkan daftar contact person dari seluruh daerah lengkap dengan kontak telepon dan email yang bisa segera digunakan untuk koordinasi teknis.

“Jangan sampai program ini tersendat hanya karena kurangnya komunikasi antara Pemda dan pusat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong Pemda untuk segera menetapkan titik-titik strategis pembangunan dapur MBG atau unit layanan SPPG, dengan mempertimbangkan faktor geografis, sebaran siswa, dan aksesibilitas wilayah.

Sebagai ilustrasi, Mendagri menyebut Kabupaten Raja Ampat yang menyesuaikan usulan titik distribusi dari tiga menjadi tujuh titik karena tantangan geografis antar pulau yang mempersulit pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah.

“Penyesuaian jumlah titik distribusi harus disesuaikan dengan realitas wilayah. Tidak bisa diseragamkan,” imbuhnya.

Selain peningkatan kualitas gizi peserta didik, program MBG juga diharapkan berdampak luas secara ekonomi dan sosial. Pendirian dapur MBG disebut akan menciptakan lapangan kerja lokal seperti juru masak, petugas kebersihan, hingga pengelola logistik.

Baca Juga :  Tim Satgas PKH Periksa Perkebunan Kelapa Sawit se-Kalteng di Kejaksaan Kotim

Lebih dari itu, Tito menyebut program ini mampu menghidupkan rantai pasok lokal karena seluruh kebutuhan bahan makanan akan melibatkan petani, peternak, dan pelaku UMKM daerah.

“Program ini bukan sekadar soal gizi, tapi juga penggerak ekonomi daerah. Sudah ada anggaran, pembelinya jelas, tinggal eksekusi,” ucapnya.

Untuk memastikan seluruh langkah teknis terlaksana, Mendagri menjadwalkan rapat lanjutan dalam dua pekan ke depan. Pertemuan daring ini akan melibatkan kepala daerah, Satgas MBG, dan seluruh pemangku kepentingan guna mengevaluasi progres dan menyusun langkah taktis berikutnya.

“Begitu data lengkap masuk dari seluruh provinsi, kita akan Zoom lagi dengan kepala daerah dan Satgas untuk bahas implementasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Rapat koordinasi ini turut diikuti oleh sejumlah tokoh penting secara virtual, antara lain Kepala BGN Dadan Hindayana, Wamen Setneg Juri Ardiantoro, Sekretaris Kemenko Bidang Pangan Kasan, dan berbagai perwakilan kementerian/lembaga terkait lainnya. (nr/sekaltengcom/mendagri)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB