JAKARTA — Masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah besar di tahun 2025. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Kajian Tengah Tahun INDEF (2/7), tercatat lebih dari 1 juta sarjana belum bekerja.
Dari 153,05 juta angkatan kerja, sekitar 7,28 juta orang masih menganggur, atau 4,76 persen dari total angkatan kerja. Yang mengejutkan, lulusan universitas justru menempati posisi teratas, diikuti SMA, SMK, diploma, hingga pendidikan dasar.
Yassierli menekankan bahwa kualitas SDM jadi tantangan utama, bukan semata-mata angka pengangguran. Sebanyak 85 persen tenaga kerja saat ini lulusan SMA dan SMK, yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan industri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, solusi pengangguran harus dilihat dari dua sisi: ketersediaan tenaga kerja (supply) dan kebutuhan pasar kerja (demand). “Kita perlu gerak cepat. Jangan hanya menunggu, tapi dorong potensi dalam negeri,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mengandalkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk menyerap tenaga kerja lokal. Dengan target 80.000 unit hingga akhir 2025 dan 25 pekerja per koperasi, program ini diperkirakan bisa menciptakan lebih dari 2 juta lapangan kerja baru.
“Kalau kopdes diberi dukungan modal, efek serapnya bisa jauh lebih besar,” ujar Yassierli. (nr/sekaltengcom)








