Jakarta — Kurang tidur bukan hanya soal kantuk dan produktivitas yang menurun. Di balik mata yang sayu dan tubuh yang lelah, tersembunyi ancaman serius terhadap kesehatan, salah satunya peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Penelitian medis menunjukkan bahwa kurang tidur—terutama jika terjadi secara kronis—berkaitan erat dengan gangguan metabolisme tubuh, resistensi insulin, hingga ketidakseimbangan hormon. Semua faktor ini berperan dalam memperbesar kemungkinan seseorang terkena diabetes dan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi.
Tidur: Lebih dari Sekadar Istirahat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidur adalah kebutuhan biologis yang vital. Saat tubuh terlelap, terjadi proses pemulihan jaringan, pengaturan hormon, serta stabilisasi metabolisme. Orang dewasa idealnya membutuhkan tidur selama 7–9 jam per malam. Namun, pola hidup modern, tekanan pekerjaan, serta gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea membuat banyak orang kekurangan waktu tidur berkualitas.
Bahaya Kurang Tidur terhadap Gula Darah
Beberapa studi, termasuk yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care, mengungkap bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami resistensi insulin—sebuah kondisi saat sel tubuh tidak merespons insulin dengan efektif. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan risiko terkena diabetes tipe 2 pun melonjak.
Tak hanya itu, kurang tidur juga berdampak pada keseimbangan hormon. Produksi ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar, meningkat, sementara leptin—hormon yang menekan nafsu makan—menurun. Akibatnya, penderita kurang tidur cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat secara berlebihan.
Peradangan dan Gangguan Metabolisme
Kurang tidur kronis memicu peradangan dalam tubuh yang bisa merusak sel pankreas, tempat insulin diproduksi. Selain itu, gangguan tidur juga menghambat kemampuan tubuh memproses glukosa secara efisien, menyebabkan lonjakan gula darah bahkan setelah konsumsi makanan normal.
Waspada, Tapi Bisa Dicegah
Kabar baiknya, risiko ini dapat ditekan. Menerapkan pola tidur yang teratur dan berkualitas bisa menjadi langkah awal menjaga kestabilan gula darah dan mencegah komplikasi kesehatan.
“Tidur bukan kemewahan, tapi kebutuhan esensial bagi kesehatan tubuh,” ungkap seorang ahli endokrin dari Jakarta.
Untuk Menjaga durasi dan kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan olahraga.
“Jadi, sebelum mengandalkan obat atau diet ketat, mungkin yang Anda butuhkan hanyalah satu hal: tidur yang cukup setiap malam,” ucapnya. (br/sekaltengcom)








