SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Syahbana mengatakan pemanfaatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan digitalisasi pertanian menjadi salah satu sektor yang dilaksanakan dalam upaya pengendalian inflasi.
“Lahan pertanian yang ada di Kotim ini perlu dioptimalkan penggunaannya. Pengelolaan pertanian, termasuk perikanan merupakan langkah pengendalian inflasi,” kata Syahbana, Rabu 18 September 2018.
Tambahnya, dalam pengelolaan lahan pertanian ini perlu memberikan peran bagi generasi muda. Karena sektor pertanian di era kekinian perlu daya kreatifitas generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tentu ini kesempatan bagi generasi muda, untuk menunjukkan kompetensinya dalam pembangunan. Dengan terlibat dalam industri pangan,” kata Syahbana.
Luasnya lahan tidur di wilayah Kotim, menjadi peluang emas bagi generasi muda di bidang pertanian. Menurut Syahbana, mereka bisa menjadi pelopor ketahanan pangan dalam pengendalian inflasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pemerintah daerah telah memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian, bahkan saat ini perangkata daerah terkait telah menerapkan pertanian digital.
“Kami telah mengarahkan agar metode pertanian digital ini disosialisasikan kepada kelompok tani yang ada di Kotim,” kata Irawati.
Tentu harapan dalam penerapan pertanian ini tertumpu pada generasi melenial yang. Mereka dinilai lebih melek dalam bidang digitalisasi.
“Khususnya pertanian holtikultura, sistem digitalisasi sudah diterapkan di era modern ini,” pungkas Irawati








