Anggota Dewan Nilai Jalan Penghubung Kecamatan mempengaruhi Kesejahteraan Masyarakat

- Publisher

Jumat, 30 Agustus 2024 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto. (IST)

FOTO: Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto. (IST)

KOTAWARINGIN TIMUR – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menyampaikan kondisi jalan yang rusak khususnya penghubung antar Kecamatan bisa mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satunya jalan penghubung antara Kecamatan Seranau dan Kecamatan Cempaga.

“Apalagi kita ketahui jalan di kecamatan ini sudah lama mengalami kerusakan namun belum juga diselesaikan oleh pemerintah setempat,”ujarnya, Jumat 30 Agustus 2024.

Untuk itu ia meinta Pemkab Kotim agar segera memperbaiki kerusakan jalan penghubung Kecamatan Cempaga dan Kecamatan Seranau.
“Tolong segera ditangani, setidaknya agar bisa fungsional, karena jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat. Agar kiranya ini bisa diprioritaskan,” kata Dadang.

Dadang mengaku dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat setempat terkait kerusakan jalan tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu saat reses, dirinya juga sempat meninjau jalan di kawasan itu, khususnya di Desa Batuah Kecamatan Seranau.

“Keberadaan jalan itu sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi masyarakat. Kerusakan jalan membuat kegiatan masyarakat menjadi terganggu,”tegasnya.

Menurutnya jalan tersebut dirintis oleh pemerintah kabupaten untuk membuka keterisolasian jalan darat. Dalam perencanaan, jalan dibuat dari jembatan di Desa Cempaka Mulia Timur melintasi Kecamatan Seranau hingga desa paling ujung di Kecamatan Pulau Hanaut yang berbatasan dengan Kelurahan Pagatan, wilayah Kabupaten Katingan.

Baca Juga :  Pembangunan Ruas Jalan Bisa Gunakan CSR Perusahaan

Pembukaan jalan itu menggunakan dana dari APBD Kotim dengan sistem multiyears atau tahun jamak yakni selama tiga tahun anggaran.

Namun Dadang menyayangkan, setelah pengerjaan tahap awal, proyek jalan itu belum dilanjutkan lantaran terbatasnya anggaran pemerintah akibat imbas pandemi Covid-19. Dan kini kondisi jalan yang sudah ada itu pun menjadi rusak parah.

“Selain berharap kepada pemerintah daerah, kami juga mengajak dunia usaha untuk membantu. Setidaknya perusahaan yang ada di sekitar dapat membantu penanganan darurat jalan tersebut, karena ini demi masyarakat kita juga,” tutupnya.

Berita Terkait

BTT Karhutla Diminta Dipercepat, Keselamatan Petugas Jadi Sorotan
Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan
Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi
Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan
DPRD Desak Pemkab Gandeng Swasta Buka Layanan Penyeberangan Mobil di Pulau Hanaut
Dorong Ekowisata Pulau Hanibung, Hj. Mariani Salurkan Pokir untuk Pengadaan Tiga Perahu Wisata
DPRD Kotim Minta Pengawasan ODGJ Diperketat, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BTT Karhutla Diminta Dipercepat, Keselamatan Petugas Jadi Sorotan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:18 WIB

Proyek Jalan Bajarau–Parenggean Senilai Rp3 Miliar Mandek, DPRD Kotim Desak Pemkab Beri Kejelasan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:04 WIB

Ketua DPRD Kotim Desak Pemkab Percepat Sosialisasi Penyesuaian TPP ASN: Cegah Isu Negatif dan Salah Persepsi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:02 WIB

Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Persatuan Bangsa

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:23 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, DPRD Kotim Apresiasi Langkah Koperasi Merah Putih Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan

Berita Terbaru