Uang Palsu Masih Marak Beredar di Sampit

- Publisher

Senin, 22 April 2024 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Uang palsu yang diterima oleh korban dengan nilai pecahan seratus ribu rupiah.

FOTO: Uang palsu yang diterima oleh korban dengan nilai pecahan seratus ribu rupiah.

SAMPIT – Peredaran uang palsu ternyata masih marak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hal itu di ungkapkan Agus Salim (25) yang menjadi korban transaksi uang palsu.

Agus Salim mengatakan dirinya tidak menyangka menjadi korban peredaran uang palsu, karena uang palsu dengan nilai pecahan Rp. 100 ribu rupiah itu sangat mirip dengan yang asli.

“Saya menerima uang itu dari salah seorang teman saya yang waktu itu hendak top up dana, ternyata yang dia mengasihkan uang palsu. Saya sadar bahwa uang itu palsu ketika hendak mengisi BBM, ternyata berbeda kertasnya juga berbeda,” kata Agus, Senin, 15 April 2024.

Meski kesal menjadi korban peredaran uang palsu dirinya tidak melaporkan kejadian itu kepasa pihak kepolisian. Tetapi ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali karena dapat merugikan banyak orang.

“Karena nominalnya cuma Rp. 100 Ribu saya tidak melaporkan, tapi saya berharap tidak ada lagi korban peredaran uang palsu ini,” harapnya.

Baca Juga :  Pelajar SMPN 4 Sampit Suguhkan Penampilan Menarik dalam kegiatan Penguatan profil Pelajar

<span;>Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Besrom Purba mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melakukan transaksi dengan uang tunai, dan pastikan uang yang diterima bukan uang palsu.

“Saya minta kepada masyarakat ketika melakukan transaksi menggunakan uang tunai, dicek kembali uang tersebut dan pastikan uang itu uang asli agar terhindar dari peredaran uang palsu,” ucap Besrom.

(H/SEKALTENG.COM)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB