GORONTALO – Kontingen Kabupaten Lamandau membawa pulang optimisme baru dari ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Beragam inovasi, praktik terbaik, pengalaman, serta jejaring kemitraan yang diperoleh selama kegiatan dinilai dapat menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di daerah.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menilai PENAS bukan sekadar forum pertemuan petani dan nelayan dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan dan memperluas akses terhadap inovasi serta teknologi.
Menurutnya, berbagai pengalaman yang diperoleh kontingen Lamandau selama mengikuti PENAS dapat diadaptasi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“PENAS merupakan wadah strategis untuk bertukar ilmu, pengalaman, inovasi, serta teknologi dalam rangka memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional. Kami, Kontingen Kabupaten Lamandau, memperoleh banyak pembelajaran dan inspirasi berharga yang akan menjadi bekal untuk diterapkan di daerah,” ujar Rizky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2026).
Ia berharap hasil pembelajaran selama PENAS tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan inovasi dan praktik yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat Lamandau.
Rizky juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PENAS XVII. Menurutnya, dukungan tuan rumah menjadi salah satu faktor penting sehingga agenda nasional tersebut dapat berlangsung dengan baik.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada jajaran pemerintah daerah di Gorontalo, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026,” katanya.
Sebelumnya, kedatangan Bupati Lamandau bersama rombongan kepala daerah peserta PENAS XVII di Bumi Serambi Madinah mendapat sambutan langsung dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kepala Bappeda Wahyudi Katili.
Penyambutan tersebut berlangsung secara formal di Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan turut diwarnai prosesi adat Mopotilolo. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat Gorontalo kepada para tamu yang datang sekaligus memperkuat nuansa budaya dalam gelaran nasional PENAS XVII.(nr)








