Dinkes Kalteng Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia 2025, Teguhkan Komitmen Bersama Wujudkan Daerah Bebas TBC

- Publisher

Rabu, 16 April 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMBUKA : Kepala Bidang P2P Riza Syahputra saat membuka kegiata Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2025, yang berlangsung meriah di halaman Kantor Dinkes Kalteng, Rabu (16/4).(IST)

MEMBUKA : Kepala Bidang P2P Riza Syahputra saat membuka kegiata Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2025, yang berlangsung meriah di halaman Kantor Dinkes Kalteng, Rabu (16/4).(IST)

PALANGKA RAYA – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar acara puncak peringatan tingkat provinsi yang berlangsung meriah di halaman Kantor Dinkes Kalteng, Rabu (16/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memerangi penyakit menular yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Riza Syahputra, yang hadir mewakili Kepala Dinkes Prov. Kalteng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan HTBS tidak hanya bersifat seremonial, namun menjadi pengingat kuat akan perlunya aksi nyata dan komitmen kolektif dalam mengakhiri penyebaran tuberkulosis.

“TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia, bahkan setelah pandemi COVID-19. Data global menunjukkan lebih dari 10 juta orang terdampak setiap tahun, dan jutaan kehilangan nyawa. Penyakit ini menyebar lewat udara, sehingga sangat mudah menular, terutama di tempat-tempat dengan ventilasi buruk. Padahal, TBC adalah penyakit yang bisa dicegah dan dapat disembuhkan secara tuntas jika ditangani dengan baik,” jelasnya.

Mengutip Laporan Global TBC 2024, Riza mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia, setelah India. Diperkirakan lebih dari satu juta penduduk Indonesia terdiagnosis TBC setiap tahunnya, dan sekitar 125.000 di antaranya meninggal dunia. Angka tersebut setara dengan 14 kematian per jam, menandakan betapa seriusnya permasalahan ini.

Menanggapi situasi tersebut, ia menambahkan bahwa pemerintah pusat telah menjadikan penanggulangan TBC sebagai prioritas nasional, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Regulasi ini mempertegas pentingnya pendekatan lintas sektor serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC melalui program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Di Kalimantan Tengah, tantangan memang masih ada, namun kita juga melihat perkembangan positif. Penemuan kasus meningkat, investigasi kontak berjalan lebih intensif, dan cakupan pengobatan pencegahan mulai meluas. Ini hasil kerja keras bersama dari semua pihak, termasuk kader dan komunitas,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT ke-23 Gunung Mas, Gubernur Soroti Pemerataan Pembangunan dan Luncurkan Program Sosial Unggulan

Adapun tema global HTBS tahun ini adalah “Yes! We Can End TB: Commit, Invest, Deliver”, sedangkan tema nasionalnya yaitu “GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata.” Tema ini diharapkan mampu memicu gerakan kolektif di seluruh lapisan masyarakat.

Selama sebulan penuh, Dinkes Kalteng telah menggelar berbagai program edukatif dan kampanye kesadaran, mulai dari penyebaran informasi lewat media sosial, siaran talkshow di RRI dan MMC Diskominfosantik, tayangan videotron di pusat kota hingga kegiatan Temu Kader TBC yang mempertemukan para pengelola program, kader, hingga penyintas TBC.

Rangkaian acara puncak juga meliputi senam bersama sebagai simbol gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi seputar TBC, dan berbagai bentuk keterlibatan aktif komunitas.

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang mendukung pasien untuk sembuh, mendorong masyarakat mengenali gejala sejak dini, dan menghapus stigma terhadap penderita TBC. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal gerakan berkelanjutan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas,” pungkas. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru