PALANGKA RAYA – Dalam rangka menguatkan sinergisitas seluruh pemangku kepentingan membangun Kalimantan Tengah, Gubernur Sugianto Sabran menggelar pertemuan akbar di ruang GOR Indoor Palangka Raya.
Pertemuan tersebut mengundang Unsur Forkopimda Provinsi, Bupati/Wali Kota/Pj., Kepala Desa Se-Kalteng, Guru dan Pelajar. Gubernur menjelaskan dalam arahannya mengajak kerja sama dalam membangun sumber daya manusia. Senin, (20/5/2024).
“Sumber daya manusia itu penting, apalagi Kalimantan Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah harus diiringi SDM yang berkualitas,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dimulai dari pembangunan SDM di bidang pendidikan, Gubernur Kalimantan tengah menyiapkan program bantuan pendidikan berupa TABE (Tabungan Berkah) yang diperuntukkan 20.000 mahasiswa agar dapat terus berkuliah.
Di bidang kesehatan, Gubernur juga beri arahan kepada Dinas Kesehatan provinsi agar mencari 50 orang yang akan disekolahkan menjadi dokter spesialis.
“Kami akan menyekolahkan para dokter spesialis, mohon dukungannya bupati/wali kota, untuk mencari 50 orang sekolah dokter spesialis, seperti bedah jantung, cangkok ginjal, serta penyakit berat lainnya, InsyaAllah 15 tahun ke depan memiliki dokter spesialis yang akan membantu masyarakat Kalimantan Tengah,” terang Gubernur.
Sementara itu, dalam hal pengentasan angka stunting, pemimpin nomor 1 Kalimantan Tengah tersebut berpesan agar Forkopimda, Kepala Daerah, Kepala Desa, dan guru bersatu perangi stunting.
“Mengenai stunting perlu sinergi seluruh sektor, ada juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas sampai ke pelosok, dan guru juga. Posisi angka stunting kita masih di tengah semoga bisa di urutan terakhir. Kita bersama TNI/Polri, guru, kalau bisa ada sistem yang mendata semua Ibu hamil di Kalteng, agar memudahkan penyaluran bantuan gizi, ini bagian dari perintah presiden, karena ini butuh menjaga gizi dan kecerdasan anak-anak Kalimantan Tengah,” tuturnya.








