Tani Digital Bawa Revolusi Hijau, Kemkomdigi Dorong Petani Naik Kelas Lewat Teknologi IoT dan AI

- Publisher

Jumat, 7 November 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMBUTAN: Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memberikan sambutan saat kegiatan Panen Tani Digital di Kabupaten Sragen, Rabu (5/11/2025).(IST)

SAMBUTAN: Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memberikan sambutan saat kegiatan Panen Tani Digital di Kabupaten Sragen, Rabu (5/11/2025).(IST)

JAKARTA – Sektor pertanian Indonesia kini memasuki babak baru. Tidak lagi hanya bertumpu pada tenaga manusia dan luasnya lahan, namun juga didorong oleh kekuatan teknologi digital, data, dan inovasi cerdas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi pertanian melalui program “Tani Digital”, yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) agar sektor pertanian menjadi lebih efisien, modern, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Teknologi baru itu tidak boleh hanya mengawang di langit, tapi harus membumi dan menyentuh kehidupan masyarakat. IoT dan AI adalah contoh teknologi yang harus kita manfaatkan agar benar-benar berdampak pada produktivitas,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat menghadiri kegiatan Panen Tani Digital di Kabupaten Sragen, Rabu (5/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah penggunaan IoT Smart Precision Agriculture System, inovasi karya anak bangsa yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Luncurkan Tema dan Logo Resmi HUT ke-80 RI: Simbol Persatuan Menuju Indonesia Maju

“Tadi kita lihat sendiri, produktivitas petani meningkat. Penggunaan pupuk bisa ditekan hingga 50 persen, bahkan emisi karbon dan polusi air akibat kelebihan pupuk juga menurun drastis,” jelas Meutya.

Program Tani Digital merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kemkomdigi, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Sragen, dan startup penyedia teknologi lokal, yang bersama-sama membangun ekosistem pertanian berbasis data dan keberlanjutan.

“Para inovator muda Indonesia telah membuktikan bahwa startup lokal mampu memberikan solusi nyata. Kalau kita ingin mewujudkan kedaulatan pangan, maka teknologinya pun harus berdaulat,” tegas Meutya.

Inisiatif ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya modernisasi pertanian dengan teknologi digital. Dalam pernyataannya di KTT APEC 2025 di Korea Selatan, Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan hanya bisa tercapai dengan dukungan inovasi dan teknologi modern.

Baca Juga :  Program Baru Disdik Kotim Agar Pelajar Cinta Bahasa Daerah Kalteng

“Kita ingin agar pemanfaatan teknologi digital bisa difokuskan untuk mendukung prioritas nasional, terutama di bidang pangan,” kata Meutya menegaskan.

Sementara itu, Tri Widodo, salah satu petani di Sragen, mengungkapkan secara langsung kepada Menkomdigi manfaat nyata dari penggunaan perangkat digital tersebut.

“Sebelum memakai alat Jinawi, biaya pupuk per hektar bisa sampai 1,05 ton. Sekarang hanya sekitar 650 kilogram. Penghematan hampir 40 persen,” ujarnya bangga.

Selain efisiensi biaya, Tri juga merasakan kemudahan dalam memantau kondisi lahannya.

“Dengan alat digital ini, saya bisa tahu kondisi tanah, kadar asam, sampai tingkat kesuburannya tanpa harus menebak-nebak,” tambahnya.

Transformasi pertanian melalui Tani Digital menjadi bukti bahwa teknologi bukan hanya milik kota, tapi juga sahabat bagi petani di desa.

Program ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional lahir dari sinergi antara kearifan lokal dan inovasi digital, membawa harapan baru bagi masa depan pertanian Indonesia.(nr/sekaltengcom/komdigi)

Berita Terkait

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim
Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim
Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:50 WIB

Ketok Palu! Abdul Hafid Resmi Sebagai Ketua DPD PAN Kotim

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Warga Kaget Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Kotim

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB