Kurang Tidur Picu Risiko Diabetes: Waspadai Dampaknya pada Gula Darah dan Hormon Tubuh

- Publisher

Senin, 26 Mei 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta — Kurang tidur bukan hanya soal kantuk dan produktivitas yang menurun. Di balik mata yang sayu dan tubuh yang lelah, tersembunyi ancaman serius terhadap kesehatan, salah satunya peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian medis menunjukkan bahwa kurang tidur—terutama jika terjadi secara kronis—berkaitan erat dengan gangguan metabolisme tubuh, resistensi insulin, hingga ketidakseimbangan hormon. Semua faktor ini berperan dalam memperbesar kemungkinan seseorang terkena diabetes dan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi.

Tidur: Lebih dari Sekadar Istirahat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidur adalah kebutuhan biologis yang vital. Saat tubuh terlelap, terjadi proses pemulihan jaringan, pengaturan hormon, serta stabilisasi metabolisme. Orang dewasa idealnya membutuhkan tidur selama 7–9 jam per malam. Namun, pola hidup modern, tekanan pekerjaan, serta gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea membuat banyak orang kekurangan waktu tidur berkualitas.

Baca Juga :  Teknologi Boleh Maju, Karakter Tetap Jadi Penentu Masa Depan Bangsa

Bahaya Kurang Tidur terhadap Gula Darah

Beberapa studi, termasuk yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care, mengungkap bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami resistensi insulin—sebuah kondisi saat sel tubuh tidak merespons insulin dengan efektif. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan risiko terkena diabetes tipe 2 pun melonjak.

Tak hanya itu, kurang tidur juga berdampak pada keseimbangan hormon. Produksi ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar, meningkat, sementara leptin—hormon yang menekan nafsu makan—menurun. Akibatnya, penderita kurang tidur cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat secara berlebihan.

Peradangan dan Gangguan Metabolisme

Kurang tidur kronis memicu peradangan dalam tubuh yang bisa merusak sel pankreas, tempat insulin diproduksi. Selain itu, gangguan tidur juga menghambat kemampuan tubuh memproses glukosa secara efisien, menyebabkan lonjakan gula darah bahkan setelah konsumsi makanan normal.

Baca Juga :  Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Asia, Kemenkes Anjurkan Gunakan Masker Saat Sakit

Waspada, Tapi Bisa Dicegah

Kabar baiknya, risiko ini dapat ditekan. Menerapkan pola tidur yang teratur dan berkualitas bisa menjadi langkah awal menjaga kestabilan gula darah dan mencegah komplikasi kesehatan.

“Tidur bukan kemewahan, tapi kebutuhan esensial bagi kesehatan tubuh,” ungkap seorang ahli endokrin dari Jakarta.

Untuk Menjaga durasi dan kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan olahraga.

“Jadi, sebelum mengandalkan obat atau diet ketat, mungkin yang Anda butuhkan hanyalah satu hal: tidur yang cukup setiap malam,” ucapnya. (br/sekaltengcom)

Berita Terkait

Super Flu Subclade K Masuk Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Posyandu ILP Ceria Bukit Permai Aktifkan Layanan Kesehatan Mandiri, Dorong Dukungan Sponsor Tetap
Alarm HIV di Kalangan Remaja: 2.700 Kasus Tercatat, Minim Edukasi Jadi Pemicu
Menyelami Burnout dan Harmoni Keluarga : Webinar Nasional Gagas Ruang Refleksi bagi Tenaga Kesehatan
Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Asia, Kemenkes Anjurkan Gunakan Masker Saat Sakit
Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Waspada Terhadap Virus HMPV
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 14:57 WIB

Super Flu Subclade K Masuk Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 24 Juni 2025 - 23:41 WIB

Posyandu ILP Ceria Bukit Permai Aktifkan Layanan Kesehatan Mandiri, Dorong Dukungan Sponsor Tetap

Selasa, 17 Juni 2025 - 09:04 WIB

Alarm HIV di Kalangan Remaja: 2.700 Kasus Tercatat, Minim Edukasi Jadi Pemicu

Minggu, 1 Juni 2025 - 16:20 WIB

Menyelami Burnout dan Harmoni Keluarga : Webinar Nasional Gagas Ruang Refleksi bagi Tenaga Kesehatan

Sabtu, 31 Mei 2025 - 19:46 WIB

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Asia, Kemenkes Anjurkan Gunakan Masker Saat Sakit

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB