KOTAWARINGIN TIMUR – Dunia kesehatan bukan hanya medan kerja keras, tetapi juga arena perjuangan batin yang jarang terlihat. Didorong oleh pengalaman sebagai tenaga kesehatan, seorang motivator sekaligus praktisi kesehatan asal Kotawaringin Timur, Kusnadi Jaya, menyuarakan keresahan dan harapan melalui panggung edukatif nasional.
Melalui webinar bertajuk “Kualitas Kehidupan Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Rumah Tangga Tenaga Kesehatan”, Haji Kus—sapaan akrab Ns. Kusnadi Jaya, S.Kep., M.Kep., QRMA., CRP., CHAE.—berbagi pengalaman dan wawasan yang lahir dari realita kehidupan, Menjadi tenaga kesehatan yang harus menjalani kerja shift di kota berbeda dari sang pasangan, sekaligus menjadi pendengar setia bagi sesama nakes dalam sesi konseling, pelatihan, dan coaching.
Tak sendiri, Haji Kus menggandeng dua pembicara nasional lain yang juga tak asing bagi dunia kesehatan Indonesia. Ns. Andri Triyono, S.Kep., SH. (Haji Ono), seorang praktisi kesehatan jiwa dari RS Marzuki Mahdi Bogor, akan membedah Burnout Syndrome yang kini menjadi “penyakit laten” para pekerja, khususnya Generasi Z yang terjun ke dunia kerja serba cepat dan penuh tekanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Bunda Venny—Venny Rikarianty, ST., MM., CPEC., CCEHT.—praktisi Family Coaching dan pengembangan karakter dari ESQ Corp., akan memandu peserta menemukan strategi membangun sinergi sehat antara peran profesional dan keluarga.
Webinar ini merupakan pembuka dari serial webinar nasional “Nakes & Family”, yang diinisiasi oleh Emergency Medical Training (EMT) 911 Jakarta. Tema ini dianggap sangat relevan bahkan mendesak, mengingat perubahan masif dalam sistem dan budaya kerja tenaga kesehatan, serta munculnya perilaku-perilaku menyimpang akibat tekanan sistemik yang sering tak terlihat.
Yang membuat forum ini semakin berkesan adalah benang merah yang menghubungkan para narasumber dengan Kalimantan. Haji Kus selama 17 tahun menjadi pengajar di Akper Pemkab Kotim dan kini aktif di RSUD dr. Murjani Sampit. Haji Ono beberapa kali hadir di Kalimantan dalam pelatihan manajemen haji dan kegawatdaruratan. Bahkan Bunda Venny memulai karier profesionalnya di Balikpapan, sebelum kini menetap di Jakarta sebagai pengajar di Universitas Ary Ginanjar (UAG), lembaga yang dulu dikenal sebagai ESQ Business School.
“Beliau itu bukan hanya pengajar, tapi pemantik semangat. Kami sering menyebutnya sumber energi positif,” ujar Ns.,M. Azharul Hadi, M.Mkes, kolega Haji Kus semasa mengajar di Kotim.
Azharul Hadi mengatakan Webinar ini menjadi momen kembalinya putra-putri terbaik Kalimantan untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup tenaga kesehatan. Mereka tak hanya membagi ilmu, tapi juga menyampaikan pesan, menjaga bara semangat di dua dunia yaitu kerja dan rumah tangga adalah perjuangan yang bisa dimenangkan, jika ada ruang untuk belajar dan berbagi.
“Ayo ikuti webinar beliau melalui Zoom pada Kamis tanggal 29 mei 2025 dari pukul 08.00 Wib hingga selesai, jangan lewatkan kesempatan ini, khususnya para tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Kotim,” ajaknya. (nr/sekaltengcom)








