Disdik Harap Pengelolaan PMM pada Semester II l tertata dengan baik

- Publisher

Rabu, 7 Agustus 2024 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinkronisasi Jumlah data pendidik dan Kependidikan.(IST)

Sinkronisasi Jumlah data pendidik dan Kependidikan.(IST)

Sampit – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) mengupayakan pengelolaan Platform Merdeka Mengajar oleh tenaga kependidikan, baik itu guru maupun kepala sekolah lebih tertata.

“Kami berharap pengelolaan PMM pada semester II ini lebih rapi dan tertata dengan baik. Terlebih, peran PMM sangat vital bagi kepsek dan guru, di antaranya digunakan untuk membuat jadwal perencanaan apa yang harus dilakukan,” kata Kepala Disdik Kotim, M Irfansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Edie Sucipto, Rabu, 7 Agustus 2024.

Baca Juga :  SMPN 4 Sampit Tanamkan “7 Kebiasaan Anak Hebat” untuk Cetak Generasi Emas Berkarakter

Selain itu, lanjut dia, PMM di Kotim juga sebagai dasar pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Guru selain i-Pesonal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penggunaan PMM sudah sejak 2021. Kalau penggunaannya untuk pembayaran TPP baru kami jalankan tahun ini,” imbuh Edie.

Oleh karena itu, sebanyak 91 kepala sekolah (kepsek) dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan Sinkronisasi Jumlah Data Pendidik dan Kependidikan serta Penguatan Kinerja Kepala Sekolah dan Guru melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Keempat kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, dan Kota Besi.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Kalteng Bersama BPBD Provinsi Salurkan Sembako untuk Terdampak Banjir di Jalan Mendawai

Kegiatan yang dilaksanakan serentak di salah satu hotel berbintang di Jalan Jenderal Sudirman Sampit itu dibuka langsung oleh M Irfansyah.

“Sasaran kegiatan ini ialah kita ingin data-data jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di tempat kita ini valid, benar, dan tepat sasaran,” tandas Irfansyah.

Tampak, para kepsek dalam kegiatan sinkronisasi mencermati dan mengikuti dengan seksama setiap langkah sinkronisasi dan penguatan pengelolaan PMM di bawah arahan pemateri.

Berita Terkait

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan
7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran
Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun
Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat
Konflik Israel–Iran Memanas, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Tudingan Suap Rp4,8 Miliar Dinilai Fitnah, Ketua DPRD Kotim Laporkan Korlap Aksi Demo ke Polisi
Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Jemaah Umrah Wajib Berangkat dari Asrama Haji
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:59 WIB

Tenaga Pendidik Azharul Hadi Sebut, Kebijakan Guru Non-ASN Perlu Dikaji Dampaknya di Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:29 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Pensiun DPR, Sistem Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

7 Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan, Fokus Lindungi Anak dan Optimalkan Pembelajaran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:35 WIB

Data BPS Kotim Lebih 40 Persen Wanita Menikah Dibawah Usia 19 Tahun

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Koalisi Ormas Lakukan Penyelesaian Masalah di PT ABB Kapuas Secara Persuasif dan Adat

Berita Terbaru