Ahmad Junaedi Inspirasi Gerakan Pejuang Subuh dan Gerakan Pejuang Anti Riba

- Publisher

Selasa, 22 Oktober 2024 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Junaidi Effendi namanya. Ya, pria kelahiran Banjarmasin 48 tahun silam ini memiliki kisah hidup yang cukup unik. 

Ia pernah berkarir di sebuah bank BUMN, kemudian bekerja di salah satu perusahaan swasta terbesar di Kalimantan Selatan.

Kini Ahmad adalah Direktur PT Nawasena Bumi Resources, yang bergerak di bidang tambang. Setelah malang melintang menggeluti dunia bisnis, sejak 7 tahun lalu ia menjalani dunia baru lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ahmad giat turun ke lapangan untuk membantu orang yang terjerat hutang piutang dengan bank ataupun perusahaan pembiayaan. Mengutip channel youtube Inspiramovie ia mengisahkan perjalanannya mendirikan Gerakan Pejuang Subuh dan Gerakan Pejuang Anti Riba.

Baca Juga :  Komunitas Peduli Kotim Siap Perangi dan Mendukung Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Narkoba

Gerakan Pejuang Subuh lebih mengarah kepada ajakan untuk mendirikan ibadah dan bersedekah, sedangkan Gerakan Pejuang Anti Riba lebih kepada konsultasi dan pendampingan penyelesaian hutang piutang.

“Alhamdulillah sudah jalan 7 tahun ini. Untuk yang riba sudah banyak kasus yang kami selesaikan. Selalu kami dampingi sampai ke pengadilan jika memang harus diselesaikan di pengadilan. Banyak yang berhasil mendapatkan kembali asetnya ataupun membayar dengan konsekuensi paling ringan tanpa denda ataupun bunga,” ucap Ahmad.

Baca Juga :  Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Tenaga Pendidik Dorong Lulusan Berwirausaha dan Jangan Menutup Diri

Dirinya menyatakan dalam mengerjakan setiap kasus tidak pernah menetapkan tarif atau bayaran.

“Kami murni ingin membantu. Sama sekali tidak pernah memasang tarif di awal. Ya kecuali jika ada yang memang menjanjikan imbalan tentu kami terima. Namun bila tidak, kami tidak menuntut tarif tertentu,” pungkas Ahmad.

Berita Terkait

Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Tenaga Pendidik Dorong Lulusan Berwirausaha dan Jangan Menutup Diri
Prodi Terancam Ditutup Kemdiktisaintek, Dosen Sampit Soroti Ketimpangan Lulusan dan Kebutuhan Kerja
Dosen Harus Naik Level di Era AI, Jika Tak Upskilling Terancam Tertinggal
Pentingnya Kemampuan Public Speaking bagi Generasi Muda
Tokoh HIPMI Kotim Terima Cenderamata dari Sutradara Film Anti-Bullying, Dukung Edukasi Lewat Layar Lebar
Menjaga Bara di Dua Dunia, Kusnadi Jaya dan Para Pakar Bicara Keseimbangan Kehidupan Nakes di Tengah Derasnya Arus Kerja
Komunitas Peduli Kotim Siap Perangi dan Mendukung Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Narkoba
Berita ini 320 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Tenaga Pendidik Dorong Lulusan Berwirausaha dan Jangan Menutup Diri

Senin, 27 April 2026 - 17:33 WIB

Prodi Terancam Ditutup Kemdiktisaintek, Dosen Sampit Soroti Ketimpangan Lulusan dan Kebutuhan Kerja

Senin, 2 Maret 2026 - 04:50 WIB

Dosen Harus Naik Level di Era AI, Jika Tak Upskilling Terancam Tertinggal

Minggu, 5 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Pentingnya Kemampuan Public Speaking bagi Generasi Muda

Kamis, 7 Agustus 2025 - 20:57 WIB

Tokoh HIPMI Kotim Terima Cenderamata dari Sutradara Film Anti-Bullying, Dukung Edukasi Lewat Layar Lebar

Berita Terbaru